comment 0

Bagaimana Menciptakan Ide Startup yang Brilian?

Dengan semakin banyaknya cerita-cerita yang terlihat menarik dan menantang dalam dunia startup di media kita, mungkin menumbuhkan keinginan besar bagi kita untuk ikut serta merasakannya. Terlebih kita yang disebut generasi millenials, yang katanya sangat suka dengan tantangan dan menorehkan legacy dibandingkan sekedar kemapanan, dunia startup tampaknya sangat cocok bagi kita.

Namun tentunya untuk memulai perjalanan panjang mendirikan startup, ada salah satu tahapan yang harus dilalui yang tidak akan bisa dihindari mau tidak mau, yaitu mencari ide startup yang ingin kita bangun.

Pertanyaan tentang bagaimana cara menemukan ide startup yang baik adalah salah satu pertanyaan yang paling banyak saya dapatkan di berbagai macam kesempatan. Hal ini disebabkan banyaknya orang yang merasa dirinya tidak cukup kreatif atau tidak cukup punya inspirasi untuk menciptakan ide brilian sehingga tidak merasa percaya diri mengeksplorasi kemungkinan ide yang bisa tercipta.

Dari pengalaman selama ini ada beberapa hal yang kita bisa lakukan untuk melatih diri kita menciptakan ide startup yang cukup worth untuk diuji coba.

Photo Credit: http://giphy.com

1. Cari Inspirasi dari Luar
Salah satu cara termudah untuk menemukan ide startup dengan relatif cepat adalah dengan mencari inspirasi dari lingkungan di luar diri kita. Berperjalanan ke luar negeri atau daerah baru, lihat, pelajari, dan ambil inspirasi dari beragam hal baru atau berbeda di lingkungan tersebut dan jadikan itu ide startup kita. Kita juga bisa melihat solusi atau produk yang sudah ada atau berjalan, kemudian bisa menjadikannya sebagai inspirasi. Negara atau daerah yang secara kemapanan ekonomi dan sosial lebih maju dibanding Indonesia bisa menjadi salah satu sumber inspirasi. Misalnya startup di US yang relatif telah banyak yang berjalan dan sustain, lalu jadikan hal tersebut sebagai inspirasi ide kita.

Kita juga bisa mencari inspirasi dari beragam kegiatan, proses, atau sistem yang sudah bekerja dan berjalan secara offline, kemudian bisa di-digitalisasi atau di-onlinekan.

Inspirasi dari luar juga bisa didapatkan ketika kita melihat atau telah memakai sebuah produk tapi merasa masih ada improvement atau ide produk yang lebih baik dari produk tersebut. Misalnya kita adalah orang yang suka mengerjakan tugas kuliah atau mengadakan rapat di kafe atau warung kopi, tapi kita frustasi karena biasanya kafe atau warung kopi tidak menyediakan banyak colokan listrik untuk pengunjungnya sehingga harus bersaing satu sama lain, hal ini akhirnya menginspirasi untuk membuat kafe yang menawarkan jumlah colokan listrik yang sangat banyak untuk pengunjungnya misalnya.

Intinya, inspirasi dari luar ini bisa datang dari kepekaan kita melihat kondisi di luar diri kita dan dengan penuh penyadaran menjadikan itu sebagai bahan pemikiran atau inspirasi untuk menciptakan sebuah ide startup yang baru.

 

2. Exercise
Membuat ide itu seperti kita melatih otot kita, semakin sering maka akan semakin kuat dan tajam kemampuan penalaran kita untuk menjalankannya. Oleh karena itu bangunlah kebiasan membuat ide sehari-hari. Saya sendiri sedang memulai untuk membuat minimal 1 ide startup setiap harinya, harapannya ini menjadi sarana latihan bagi kita untuk dipaksa memperhatikan permasalahan di sekitar kita atau di tengah masyarakat kita dan menciptakan ide solusi bagi permasalahan tersebut.

Untuk mempermudah dan membantu agar konsisten, buatlah repositori atau list ide kita sehingga kita bisa punya dokumentasi atas semua ide yang telah kita ciptakan. Saya biasa menggunakan chatbot di group telegram yang dibuat oleh teman-teman Badr Interactive untuk menyimpan letupan ide startup yang muncul dan menyimpannya di database secara online, sehingga kita bisa akses bersama melalui internet di manapun. Sebelum teman-teman Badr interactive memunculkan ide produk yang akan diluncurkan akhir tahun 2016 ini misalnya, kita hampir tiap hari melakukan exercise mengumpulkan sebanyak-banyaknya ide yang mampu kita hasilkan, total lebih dari 100 ide diutarakan di masa brainstorming ide produk dalam waktu 1 bulan saja kemarin.

Catatan untuk menyimpan semua ide-ide yang muncul bisa berbentuk apapun, yang penting bisa digunakan kapanpun ide tersebut terbesit dalam benak kita. Semakin sering kita melatih diri untuk membuat ide dan mencatatnya, maka akan semakin besar probabilitas kita untuk menemukan ide yang paling sesuai dan juga outstanding tentunya untuk dijalankan.

Photo Credit: http://giphy.com

3. Slow Down
Pernahkah kita merasa sangat excited atas sebuah ide yang baru saja muncul dan setelahnya kita jadi sangat ingin mengeksekusinya? Namun ternyata, setelah selang beberapa hari rasa excited itu hilang dan meninggalkan banyak pertanyaan yang membuat kita ragu terhadap ide tersebut.

Selain membutuhkan inspirasi dan latihan, ide juga membutuhkan waktu. Hal tersebut diperlukan untuk membuat kita punya waktu berpikir lebih jernih dan mendapat beberapa pemikiran tentang berbagai macam konsideran terhadap ide tersebut.
Dalam waktu berjalan tersebut kita bisa menganalisis dengan lebih objektif tentang ide kita itu, apakah punya target market yang cukup besar, apakah kita punya competitive advantage untuk melaksanakan ide tersebut, apakah ide tersebut menyelesaikan permasalahan yang cukup meresahkan saat ini, hingga apakah ide tersebut mampu menghasilkan pendapatan yang membuat bisnisnya sustainable ke depannya.

Waktu ini juga akan menjadi pembuktian apakah ide kita benar-benar tetap bisa menarik setelah selang beberapa waktu. Karena kadang-kadang kita merasa ide yang kita dapatkan beberapa hari yang lalu terlihat tidak menarik atau bahkan konyol ketika kita tengok pada kondisi saat ini.

Biasanya kita butuh waktu sekitar 3 hari untuk melihat kembali apakah ide yang kemarin kita temukan benar-benar berharga untuk direalisasikan menjadi sebuah bisnis.

Slow Down, Photo Credit: http://giphy.com

4. Dapatkan Feedback
Setelah kita menemukan sebuah ide dan merasa yakin bahwa ini adalah ide yang cocok dan worth untuk dijalankan, jangan terlalu cepat berkesimpulan bahwa sukses sudah ada di depan mata dulu. Langkah yang sebaiknya kita lakukan adalah mencari atau meminta feedback sebanyak-banyaknya dari orang-orang yang relevan dan juga punya kapabilitas dalam bidang yang menjadi ide kita tersebut.

Persiapkan dan kuatkan diri kita untuk mendapatkan kritik serta feedback tertajam yang bisa kita harapkan, karena dengan kritik serta feedback itulah kita mampu dipaksa melihat sisi yang tidak bisa kita lihat karena bias kesukaan kita pada ide yang kita buat.
Mencari feedback atas ide kita adalah hal yang tidak mudah, kita harus mempersiapkan persistensi yang tinggi karena mungkin akan ada saat dimana kita merasa patah semangat ketika kita mendapatkan banyak feedback yang tidak sesuai dengan espektasi kita.

Carilah juga orang yang bisa memberikan feedback dengan baik, biasanya dia adalah orang yang telah berpengalaman banyak dalam dunia startup dan mau membantu atau mendengar para founder pemula. Pengalaman yang bersangkutan akan sangat berharga untuk setidaknya menjadi justifikasi apakah ide kita punya kemungkinan besar untuk bisa bekerja atau tidak.
Setelah itu, gunakanlah feedback tersebut untuk semakin menajamkan ide kita, sehingga ide kita semakin kokoh dan siap untuk mulai dieksekusi.

Nah setelah kita bisa melatih diri untuk mencari dan mengeksplorasi ide startup yang baik, ingatlah bahwa ide brilian bukanlah jaminan kesuksesan startup kita nanti. Ide itu tidak berarti banyak jika tidak dibersamai dengan eksekusi yang konkret dan baik.

Leave a Reply