comment 0

Mentoring Super Intensif

Salah satu bagian paling penting dan inti dari di program Google Launchpad ini adalah sesi mentoring intensif. Setiap harinya kami mendapatkan 4 hingga 5 sesi mentoring intensif yang sudah ditentukan mentor dan jadwalnya. Setiap sesi mentoring berlangsung minimal 30 menit, dan maksimal 60 menit.

Sesi mentoring intensif ini didampingi oleh para mentor yang didatangkan Google dari seluruh dunia, konon kabarnya jumlah total semuanya lebih dari 100 orang secara kumulatif. Mereka adalah para karyawan Google terbaik, para Google expert di berbagai bidang, para pengusaha yang sudah sukses, dan juga founder startup terpilih yang ikut program Launchpad pada batch sebelumnya.

Saya salut dengan bagaimana Google mampu mengumpulkan sebegitu banyaknya orang-orang berkualitas dalam satu waktu di satu tempat, dan mereka bukan orang yang berasal dari satu kota atau satu negara, tapi dari seluruh penjuru dunia, diterbangkan, diberi penginapan, dan dikumpulkan untuk memberikan ilmu serta pengalaman mereka kepada kami.

Sesi mentoring yang sedang berlangsung
Sesi mentoring yang sedang berlangsung

 

Para mentor ini semuanya probono, tidak seperti kami yang sudah dapat free equity funding, juga dapat beragam hadiah –btw setiap peserta Google Launchpad dapat Google Pixel, alhamdulillah ya :D. Tapi kalau soal totalitas, jangan tanya, mereka akan sangat senang hati memberikan pengetahuan mereka secara terbuka dan konkrit.

Para mentor ini terbagi ke dalam beberapa bidang keahlian secara garis besar. Ada yang punya keahlian di bidang technical product development, UX, bisnis, marketing, dan people operations. Kalau kita bisa mengajukan pertanyaan yang tepat, maka kita akan mendapatkan informasi sangat banyak dari para mentor-mentor ini.

Walaupun selama ini saya sudah banyak tau tentang product development, seperti usability testing, design sprint, design thinking, dll tapi ada rasa yang berbeda memang antara mereka yang hanya tahu tentang teori di bagian kulitnya saja, dengan mereka yang tahu, mengerti, mempraktekkan, dan juga bisa mengajarkan.

Contohnya dalam hal perencanaan dan pengembangan produk. Teori tentang design thinking, design sprint, usability testing, A/B testing, dsb tentunya sudah jadi hal yang jamak kita ketahui dan lakukan, tapi ternyata ketika kita dihadapkan dengan orang yang punya ilmu dan pengalaman lebih dari kita, ditambah sudut pandang orang eksternal yang mampu melihat apa yang saat ini kita tidak bisa melihat, bisa memunculkan beragam inspirasi dan pengetahuan baru.

Sesi mentoring bahkan dilakukan saat makan
Sesi mentoring bahkan dilakukan saat makan

 

Saya jadi tahu memang urgensi dari memiliki mentor ataupun coach, bukan hanya soal kelebihan ilmu dan pengelaman yang bisa dibagikan, tapi soal kita butuh sebuah mekanisme retrospektif yang menyertakan pihak eksternal untuk melihat, menilai, dan memberikan masukan secara objektif secara berkala.

Hal lain yang menyenangkan dari sesi mentoring ini adalah beberapa sesi sangat konkret dan dalam, bukan hanya sekedar memberikan saran, tapi juga menunjukkan cara, memberikan PR, lalu memantaunya di keesokan hari, sehingga progres yang dihasilkan benar-benar terlihat. Contohnya karena di sesi mentoring ini kami jadi bisa mengelompokkan segmen customer iGrow dengan jauh lebih spesifik melalui data yang ada, belajar menggunakan dan menganalisa perilaku user secara real melalui video recording seperti inspectlet, melakukan wawancara kepada customer saat ini, dan juga mengurai serta menganalisisi user journey yang dimiliki iGrow.

Hal yang mungkin sebenarnya bisa saja kami lakukan sendiri, tapi selama ini tidak dilakukan karena tidak memahami urgensinya, tidak ada yang inisiatif melakukannya, atau tidak menyadari ada kebutuhan untuk melakukan itu. Di situ kami menyadari bahwa pengambilan keputusan dan perencanaan pengembangan produk harus berbasiskan data, karena selama apapun kita berada di startup kita, pasti banyak bias yang muncul karena beragam hal dalam kemampuan kita memandang startup kita.

Sharing sharing dengan kaka Iman Usman dari Ruang Guru
Sharing sharing dengan kaka Iman Usman dari Ruang Guru

 

Ada juga beberapa hal yang kita baru mengetahuinya, tentunya menarik dan bermanfaat untuk pengembangan produk startup kita. Di bidang produk seperti PWA (Progressive Web App), AMP (Accelerated Mobile Pages), teknik menggunakan adwords seperti fitur lookalike Facebook, dan teknologi Firebase beserta keluarganya seperti test lab, storage database, authentication, dll.

Google Launchpad yang saya ikuti ini secara knowledge walaupun hanya berlangsung 2 pekan, tapi sepertinya tidak kalah dengan knowledge yang saya dapat di program 500 Startups selama 4.5 bulan di tahun lalu. Alhamdulillah bersyukur diberikan kesempatan untuk berpartisipasi.

InsyaAllah ini jadi modal berharga dan ingin saya bisa share seluas mungkin ke ekosistem startup di Indonesia. Semoga di kesempatan Google Launchpad selanjutnya semakin banyak juga para pelaku startup Indonesia yang bisa merasakan manfaat ini.

Leave a Reply