comment 0

Hari-hari Beradaptasi di Amerika sebelum Program Accelerator dimulai

Saat tulisan ini dibuat, sudah hari ketiga saya, Ifah, dan Azima beradaptasi di Amerika. Kami tinggal di daerah Alameda, sebuah pulau yang masih berada di kawasan California. Letaknya memang tidak dekat dari kantor 500Startup tempat program yang akan saya ikuti, tapi alhamdulillah banyak kelebihan yang didapat bertempat tinggal di sini insyaAllah selama 5 bulan ke depan.

 

Alameda adalah sebuah pulau berpopulasi lebih dari 75 ribu penduduk yang terletak di sebelah timur San Francisco. Kesan pertama saya saat mengunjungi Alameda adalah wilayah ini sangat rapih dan indah. Rumah-rumah penduduknya bergaya viktorian, tipikal rumah-rumah orang Amerika dengan tanah lumayan luas, lantai bertingkat, dan seni arsitektur yang bagus. Tidak seperti kota-kota besar yang sebagian besar penduduknya sudah tinggal di apartment.

 

Kota ini juga tidak macet, walaupun banyak tempat-tempat yang menjadi pusat bisnis tapi Alameda memang kota yang pas untuk bermukim, udaranya juga segar karena dekat laut. Jadi secara kondisi lingkungan saya bisa merasakan kenyamanan dan ketenangan tinggal di kota ini sepulang dari aktivitas padat selama program accelerator berlangsung.

Suasana Lingkungan Tempat Tinggal Sementara Kami di Alameda
Suasana Lingkungan Tempat Tinggal Sementara Kami di Alameda

 

Alasan berikutnya yang jauh lebih penting kami memilih bermukim di sini alih-alih di San Francisco adalah karena yang punya rumah tempat kami menyewa adalah orang Indonesia. Beliau adalah Ibu Gilda, seorang warga negara Indonesia yang menikah dengan suaminya yang berkebangsaan Mesir kemudian menikah dan menetap di Amerika. Alhamdulillah bisa tinggal bersama mereka karena mereka juga Muslim sehingga bisa banyak share dan saling mengerti satu sama lainnya. Mereka juga punya dua orang puteri yang bisa menjadi kakak bermain bagi Azima, sedangkan Ifah bisa banyak berinteraksi dengan Ibu Gilda di kesehariannya. Dan tentunya harga sewa di sini juga lebih murah ketimbang di kota seperti San Francisco. Walaupun kami menyewa sebagian rumahnya, tapi alhamdulillah privasi sangat baik terjaga karena tempat kami tinggal terpisah dengan tempat sehari-hari mereka beraktivitas walaupun masih 1 kawasan rumah. Kami bisa mendapat koneksi dengan Ibu Gilda juga dari kerabat orang tua Ifah yang membantu kami saat mencari tempat tinggal dan bersosialisasi dengan penduduk Indonesia lainnya di wilayah bay area Amerika ini, namanya Ibu Wiwid dan suaminya Pak Yusuf yang telah lebih dari 10 tahun menetap di Amerika.

 

Alasan selanjutnya adalah wilayah ini dekat dengan tempat-tempat bisa mengisi waktu. Kami tinggal dekat dengan College of Alameda, di sana ada adult course yang bisa Ifah ikuti untuk belajar intensif Bahasa Inggris. Di dekat situ juga ada tempat membeli bahan makanan halal (di sini mencari makanan halal harus ekstra ketat, tidak sekedar dia bukan babi jadi sudah pasti halal sehingga kita harus memastikan tempat tersebut telah berani mengklaim mereka menyediakan barang-barang halal). Ada mesjid di dekatnya, ada playground dan taman yang luas, tempat perbelanjaan yang lengkap, hingga pantai tempat berekreasi. Minimal jika kami tidak punya waktu dan budget untuk berkeliling wilayah Amerika yang jaraknya jauh-jauh, kota Alameda ini bisa jadi salah satu alternatif.

 

Suasana Jalan Utama Alameda
Suasana Jalan Utama Alameda

Kami masih beradaptasi dengan waktu biologis kami di sini, sehingga beberapa aktivitas rutin seperti tidur dan makan masih menyesuaikan. Tiga hari ini kami habiskan untuk mempelajari medan, membeli barang-barang kebutuhan hidup, dan juga bersosialisasi dengan kerabat-kerabat Indonesia yang tinggal di Bay Area yang menjadi deretan list bagi kami untuk silaturahim dan berinteraksi dengan mereka.

 

Besok insyaAllah program telah dimulai. Saya akan mempersiapkan sebaik-baiknya untuk seoptimal mungkin menjalani program accelerator ini. Banyak pertolongan Allah, saudara, dan teman-teman seperjuangan di Badr Interactive yang harus dikonversi dengan nilai tambah yang jauh lebih besar ketika saya kembali ke tanah air. Ready to fight, yeah!

Leave a Reply