comment 0

Sayap Pelengkap Perjalanan Bernama Kesabaran

Kami membangun Badr Interactive 9 tahun silam. Tapi setelah tahun ke-7 perusahaan ini baru Allah mulai beri stabilitas dan kelapangan. Sebuah perjalanan yang tidak sebentar. Ada sebuah penelitian yang dilakukan Techcrunch terhadap unicorn di US untuk mengetahui kesamaan dan karakteristik yang dimiliki mereka. . Salah satu yang menarik adalah rata-rata dibutuhkan min 8 tahun dari perusahaan-perusahaan ini untuk bisa sukses. Waktu yang tidak sebentar. . 8 Tahun adalah komitmen yang dibutuhkan. Akan aneh jika ada orang yang ingin jadi founder startup tapi gak menyiapkan komitmen jangka panjang hingga startup kita sustain dan besar. . Di tengah fasilitas serba instan yang…

comment 0

Menjalani Hidup Seperti Membuat Titik-titik Setiap Harinya

Berita kepergian Ashraf Sinclair kemarin meninggalkan kesedihan bagi banyak orang. Tak terkecuali teman-teman yang bergerak di dunia startup digital. Beliau pernah jadi partner di 500 Startups Asia Tenggara. Kami pernah bertemu beberapa kali di forum2 500 Startups. Orangnya ramah dan humble sekali. Satu pelajaran yang kita dapatkan : kematian bisa datang kapan saja. Baik Tua muda, rajin olah raga ataupun tidak. Buat kita merenung, sudah siapkah kita kalau Allah panggil hari ini. Perjalanan bersiap bukan sebuah rencana yang kita terus bayangkan hari ini lalu diharapkan terjadi suatu saat nanti. Ia adalah usaha hari ini. Saya teringat ada poin menarik dalam…

comment 0

Siklus Membaik

Siang itu saya sedang buru-buru ke rapat di Kelapa Dua Depok. Memutuskan naik ojek online dari kantor supaya bisa selap selip waktu macet. Pas waktu itu adalah jam macet, kala orang-orang pulang kerja dari kota. Karena saya beritahu sedang buru-buru, sang babang gojek menawarkan lewat jalan tikus. Saya iyakan. Masuklah kami ke gang, dari yang muat mobil sampai yang tidak. Saya takjub ternyata lewat gang ini bisa tembus melewati spot macet jalan utama. Ini menghemat banyak waktu di jam padat seperti ini. Senyum sumringah muncul karena bisa hindari beberapa pertigaan maut penyebab pertemuan kendaraan. Iseng saya tanya setengah nebak memprediksi,…

comment 1

Melatih Bercukup

Tiap tanggal 1 awal bulan biasa jadi rutinitas saya tuk mengatur pos-pos alokasi keuangan keluarga. Prinsip keuangan kami sederhana, tiap pendapatan bulanan dibagi 4 : pengeluaran harian 25%; investasi dan tabungan 25%; infaq zakat hadiah 25%; dan pos campuran (cicilan, pendidikan anak, upgrade rumah) 25%. Selebihnya jika ada pendapatan tambahan sekecil apapun itu, langsung dibagi dengan 1/3 kebutuhan harian/bulanan, 1/3 ziswaf, dan 1/3 investasi. Alhamdulillah pola ini sudah konsisten diterapkan sejak 3-4 tahun lampau. Dan bekerja mengendalikan dan melatih kami belajar “mencukupkan diri”. Porsi pengeluaran harian yang besarnya 25% itu bukan hanya belanja harian aja. Ia terdiri dari pos seabreg…

comment 0

Sedih, Takut, Stress

Siapa yang gak pernah merasakan sedih, takut, dan stress? Setiap manusia pernah merasakannya. Allah sendiri yang menyatakan dalam Quran, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Albaqarah : 155) Allah deskripsikan sebab kesedihan manusia beberapa karena kehilangan dan kekurangan. Ada kalimat populer : kita baru merasakan berharganya sesuatu ketika sudah kehilangan. Kehilangan yang berharga melahirkan sedih dan stress. Belum kehilanganpun jika dipikirkan berlarut akhirnya lahirkan rasa takut. Namun Allah selalu berikan hikmah dalam setiap kejadian. Justru dengan kesedihan, takut dan stress, rasa syukur…

comment 0

Kesamaan Tujuan

Ada hal yang masih sangat membekas di benak saya biarpun sudah berlalu 2 tahun lebih, saat ikut program akselerasi bisnis di kantor Google Mountain View. Tentang bagaimana mereka mengelola timnya. Salah satu yang menarik, biarpun ini bukanlah satu-satunya di dunia, adalah semua Googlers (sebutan untuk para karyawan Google), tahu purpose dan corporate culture dari Google. Jika kita berjalan di kantor Google, lalu sembarang menanyakan misi Google kepada salah satu orang Googlers secara acak, “saya bisa menjamin semuanya tahu mission statement Google”, kata salah seorang manajer People Support nya Google. Bukan hanya tahu, setiap leader di Google dituntut untuk memastikan pekerjaan…

comment 0

Penghiburan Terbaik Mereka yang Berjuang

Pagi itu seperti biasa, pembawaannya tenang dan wajahnya teduh. Seorang guru, yang bukan hanya kami belajar banyak soal muamalah bisnis, tapi justru lebih banyak tentang pelajaran kehidupan. Tadinya pertemuan ini saya tujukan untuk banyak cerita tentang berbagai beban pikiran yang menggelayut dalam sebuah muamalah kami bersama. Harap saya agar bisa berbagi dan berkuranglah tekanan dari beban tersebut. Tapi belum lagi saya sempat cerita sedikitpun apa yang ada dalam pikiran, semua kegalauan sirnah, ketika beliau membuka silaturahim kami dengan membacakan saya surat Hud ayat 61. “dan kepada kaum samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan…

comment 0

Kantung Semangat dan Optimisme yang Tak Pernah Habis

Salah satu modal terpenting seorang pemimpin adalah kantong semangat dan optimisme yang tak pernah habis. Hingga dengan semangat dan optimisme menggelora itu menular ke anggota tim nya tuk terus bergerak segelap apapun situasi kita. Namun mungkinkah hal itu terjadi? Optimisme yang terus menyala bahkan di saat tersempit hingga tak ada yang mungkin terbesit kecuali hanya pesimisme akan kemungkinan terburuk. Rasulullah SAW telah memberikan teladan terbaik pada kita bahwa hal tersebut mungkin. Ada banyak kondisi dari sejarah perjalanan Rasul yang dapat kita petik tentang optimisme. Salah satu pelajaran terbaik serta mengena buat saya pribadi adalah saat kaum Muslimin berada pada perang…

comment 0

Tanggung Jawab Utama Sang Kepala Keluarga

Persis pekan lalu, saya masih ingat posisi saya masing keliyengan di kasur. Hari itu sudah hari ketiga terhitung sejak hari pertama lebaran saya terbaring karena demam tinggi+pusing+lemas. Di saat yang lain liburan, bercengkrama dengan keluarga, atau silaturahim, Allah berikan ujian sakit. Meringkuk di kasur seharian, sesekali Azima ke kamar, nanya gmana panas ayahnya, ikut gegoleran di kasur, dan elus-elus ayahnya. Biasanya momen ini jadi momen main bersama, tapi sebegitu lemasnya saya, cuma bisa meringkuk aja ga ngerespon Azima. Selama 3 hari sakit pekan lalu akhirnya harus di rumah seharian. Dan Azima serta bundanya akhirnya ikut juga nemani. Agenda yang disusun…

comment 1

Yang Tak Terlihat dan Tak Terdengar, Boleh Jadi Lebih Utama

Pernah gak berpikir kayak begini, “kayaknya kontribusi seorang programmer gak sebesar atau sesignifikan seorang CEO deh”. “Mungkin klo ditimbang banyaknya ganjaran kebaikan di akhirat kelak, seorang staff administrasi gak akan bisa menandingi seorang direktur deh”. Benarkah begitu? Saya ga berpikir itu adalah sebuah kemutlakan di segala kondisi. Menurut saya belum tentu sebab utama sukses berhasilnya sebuah perusahaan, gerakan, atau sebuah pekerjaan selalu berasal dari tangan orang yang paling dikenal oleh dunia di tim tersebut. Saya sendiri selalu merasa, dibalik semua pencapaian apa yang kami pernah rintis, kalau mau dikomparasikan, kontribusi saya pribadi dibanding teman-teman lainnya itu sangat minim. Jauh lebih…

comment 0

Tentang Kerja Keras dan Rezeki

Sebagian kita mungkin sering bertanya, kok kita sudah siang malam banting tulang kerja keras bagai quda, tapi insentif materi yang didapat gak sebesar sebahagian orang lainnya yang kalau dilihat di sisi usaha yang dikeluarkan tidak sekeras kita. Serasa dunia gak adil begitu ceunah. Memang selalu ada rasionalisasi dari kaca mata logika tuk menjustifikasinya. Dari faktor apa yang dikerjakan, posisinya, strateginya, hingga priviledge apa yang dimiliki seseorang semua bisa jadi rasionalisasi. Cuma kalau dasar perbandingan yang kita pakai selalu tentang kolerasi antara kerasnya kerja dan hasil yang didapat, mungkin mumetnya kita takkan berkesudahan. Dalam Islam, bekerja itu bukanlah satu-satunya sebab kita…

comment 0

Adakah Work Life Balance Bagi Founder Startup?

Hari ini adalah hari kedua Startup Academy-nya Badr Startup Studio. Pagi ini topiknya kebetulan tentang founder story. Wahyu (CEO Yawme) dan Amri (CEO Skydu) akan sharing secara buka-bukaan tentang cerita mereka menggawangi startup mereka masing-masing. Tentang saat sulit, hingga pelajaran-pelajaran yang didapat darinya. Dari lantai 2, sambil kerja saya dengarkan cerita mereka satu persatu. Kadang ketawa dan senyum-senyum sendiri dengarkan refleksi atas pengalaman mereka. Dalam salah satu segmen ceritanya, ada penggalan kalimat Wahyu yang menarik perhatian saya. “Ga ada tuh yang namanya work life balance kalau jadi founder startup”, ujar Wahyu setengah bercanda. “Saya seminimal minimalnya pulang habis magrib, seringnya…

comment 0

Memulai Growth Hacking dengan Produk Berkualitas

Di sebuah malam sehabis pulang futsal bareng, para cowok-cowok dari startup-startup di Badr Startup Studio terlibat obrolan ringan yang seru. Termasuk di dalamnya ada CEO Skydu, Amri, yang rencananya ingin nginap di kantor malam itu. Skydu adalah platform SAAS (Software as a Service) yang membantu kita membuat aplikasi learning manajemen sistem dengan mudah dan cepat. Platform ini sudah digunakan oleh Paytren Academy yang memfasilitasi lebih dari 200 ribu orang tuk belajar lebih dari 45 ribu kuliah online terselenggara. Dan beberapa institusi lainnya yang membuat kursus online lewat skydu di beragam bidang. “Dude, berapa lama waktu buat lu bikin satu web…

comment 0

Mencari Pola Produk Sebelum Melakukan Growth Hacking

Di sebuah perjalanan menuju rapat di sebuah sore ibukota, kembali muncul penggalan perbincangan singkat antara saya dengan Wahyu, CEO Yawme. “Gw sekarang dah ketemu pattern-nya kak, gimana caranya memastikan minimal 2000 DAU (Daily Active Users) untuk Yawme tiap hari”, ujar Wahyu. “wiii gimana tuh caranya Wahyu?” tanya saya penasaran. Lalu beliau cerita deh detail gimana aktivitas yang harus dilakukan dan jadi sebuah formula tuk memperoleh minimal target harian DAU Yawme tercapai. Plus cerita juga gimana perjalanannya sampai ketemu formula atau cara tersebut. Rapat Rutin Tim Badr Startup Studio Hal ini sejalan dengan tulisan saya terakhir yang menyinggung soal cara menemukan Product…

comment 0

Meniti Asa Menuju Product Market Fit

“Wahyu, jadi udah berapa persen development yawme 2.0 sekarang?” tanya saya awal pekan ini ke Wahyu, CEO Yawme. “48% kak, insyaAllah April kita selesai”, jawabnya. Gak kerasa 54 hari lagi kita akan menyambut bulan Ramadhan di tahun ini. Dan salah satu startup kita yang lagi giat menyiapkan diri menyambut momentum ini adalah Yawme. Rencananya temen-temen Yawme lagi merombak beberapa aspek signifikan di Yawme dan melahirkan kembali Yawme 2.0. Penasaran kan? Tapi, bukan tentang seperti apa Yawme 2.0 topik tulisan saya kali ini. Yawme Veri Beta : Simple Ibadah Tracker untuk Muslim Community Saya ingin cerita tentang perubahan di dalam banyak startup…

comment 0

Jatuh dan Selalu Bangun Lagi

  “Ayah Ayah, lihat deh”, kata Azima sambil menunjukkan beberapa luka biru memar dan lecet di sekujur tulang keringnya. Itu adalah luka yang didapat sepanjang Azima belajar naik sepeda. Kalau dihitung sejak awal hingga sekarang mungkin sudah lebih dari 10 bekas luka ia dapatkan. . “Hebaat, Azima terus belajar sepeda biarpun luka-luka”, ujar saya seraya mengacungkan jempol khas Rock Lee, salah satu tokoh favorit saya yang dikenal totalitas dan kerja kerasnya di serial Naruto. . Kemarin malam juga, saya ajak Azima saat mau main futsal. Dengan kostum rok panjang yang memang tak disiapkan buat main bola, Azima riang gembira belajar…

comment 0

Persistensi dan Konsistensi

  Saya jadi terbayang kembali momen di foto tahun 2012 ini saat dua pekan lalu saya menghadiri Nexticorn, sebuah acara inisiasi Kominfo yang mengundang startup yang sudah melalui seed stage untuk diakselerasi menjadi unicorn baru. . Di acara itu ada satu forum yang menghadirkan para venture capitalist, lalu ada satu pertanyaan yang jawaban semua VC tersebut sepakat, pertanyaan tentang apa hal terpenting bagi mereka dalam memilih startup untuk diinvest. Hampir semua senada menjawab hal itu adalah founder dan tim nya, khususnya persistensi dan konsistensi founder dan timnya. . Dan saya langsung sepakat sekali, bahwa memang salah satu kunci terpenting dalam…

comment 0

Ada Mereka dalam Langkah Kita

  Dalam setiap pencapaian kita, senantiasa ada bantuan, peran serta, bahkan pengorbanan orang lain di dalamnya. . Sering kali karena tertutupi oleh label, pujian, dan sederet manfaat yang kita dapatkan atas sebuah pencapaian atau prestasi, kita akhirnya terbiasa melihat tinggi diri kita. Padahal kelihatan tingginya diri kita adalah karena kita berdiri di atas banyak orang yang membantu, mendorong, dan berkorban tuk kita. Teringat saya pada salah satu momen besar di masa saya kuliah, saat ikut kompetisi mahasiswa berprestasi Fakultas dan dilanjutkan ke level kampus. Kalau dirunut dalam prosesnya, luar biasa buanyaak sekali orang-orang yang terlibat membantu saya hingga sampai pada…

comment 0

Totalitas Kasih Ibu

  “Azima makin mirip mba Ifah pas kecil”, begitu ujar Ami Yusuf melalui whatsapp dari seberang belahan dunia sana. . Kala itu saya senyum-senyum aja bacanya. Kalau dulu pasti saya langsung ga mau kalah komentar: tapi mata Azima mirip ayahnya, Azima ikut tinggi ayahnya, blabla, dsb sampai segala bentuk terkecilnya dimirip-miripkan 😀 . Sekarang, jangan kan hanya masalah kemiripan fisik, jika ekspresi sayang Azima akhirnya jauh lebih condong pada bundanya pun saya sangat rela. Kenapa? karena semua itu tidak akan pernah jauh lebih besar dari totalitas kasih sayang dan perjuangan seorang Ibu kepada anaknya. . Tak ada yang bisa mengalahkan…

comment 0

Dariku yang Ingin Ia Ingat

Dulu sekali saya pernah bercerita tentang sosok ayah saya. Seorang yang walaupun tak pernah cerita ia ingin dikenal sebagai pribadi yang ajarkan value apa pada anak-anaknya, tapi terpancar begitu kuat pelajaran value tersebut dalam kesehariannya. Darinya saya belajar secara otentik dan penuh tentang kerja keras dan ketangguhan, begitu penuh karena ia memang ajarkan dengan keteladanan yang penuh. Pun kini saat label ayah telah melekat dalam pribadi saya, saya juga ingin suatu ketika Azima besar, ia dapat mengetahui tanpa diberitahu, ia dapat merasa tanpa disengaja, apa value yang ingin diwariskan ayahnya sebagai bekal hidupnya kelak. Banyak sekali sebenarnya value yang saya…