comment 0

Fight Using the Small Conscience We Believe

Last week I was quite surprised to hear the news about the IPO of Bumble. Bumble is a dating application that puts women to make their first move. Wolfe Herd; the CEO of Bumble, became the youngest self-made woman billionaire in the world after the IPO. She made a warm celebration by carrying her baby in her company’s NASDAQ opening. Bumble started catching my attention when Wolfe Herd was being interviewed in the Master of Scale podcast by Reid Hoffman. She told the story about how she started Bumble. Bumble is not her first dating application, she was a co-founder…

comment 0

More than Winning

One of the important aspects in business that becomes a big challenge for entrepreneurs is competition. We see competitors as big enemies that have to be defeated. In a talk show Nadiem Makarim told the story of how he saw his competitor; Grab. Nadiem respected his competitor very much because Gojek could not push themselves to the limit without Grab’s existence. Competing with Grab was a wonderful experience for Nadiem personally. Entrepreneurs often notice the competition as the most important war. Therefore, winning is a must for them so they will do everything in order to win. Yet there is…

comment 0

The Victim vs The Player

Being a leader is not only about structural position, but also about responsibility to build cooperating team along with productive work ethic in it. It needs mutual respect and support for each of the members in the company. Yet that would be rather challenging when we see our team members blaming each other, especially when things go wrong. Blaming usually even stimulates more conflicts to happen and makes its person feels alienated from the team unity. In order to create a productive work ethic we have to stop blaming habit and start to take responsibility. Blaming and declining responsibility are…

comment 0

Memaknai Setiap Momen

Awal Januari kemarin saya belikan Azima kembang api sparklers (kembang api kecil yang dipegang berbentuk tongkat). Senang bukan kepalang Ia. Dari siang dibelikan, diulang-ulang terus pengingatannya ke ayahnya supaya bisa temani main kembang api malam nanti. Saya baru sadar, ini sepertinya baru pertama Azima main kembang api. Begitu dimainkan tawa riangnya lepas. Ditariknya keluar Bundanya untuk ikut bermain. Dia simpan beberapa bungkus untuk main dengan sepupunya besok-besok. Saya membatin, kok kembang api sederhana yang bagi saya tidak terlalu berkesan tapi buat anak perempuan ini bisa begitu menyenangkan. Saya menerka mungkin karena Ia menikmati penuh momen main kembang api yang menjadikannya…

comment 0

Navigating Your Current Stage Using Traction Model

In my previous writing we already know that building a big business dream needs certain stages throughout the journey ahead. The stages are going to help us in breaking down particular milestones we have to achieve. Building an IDR 1 trillion Company would be more measurable when we split the target into some smaller targets in a timeline. To help you divide the stages needed for your business you can use the framework introduced by Ash Maurya in his book titled Running Lean. He divided the startup stages; into three important stages which are Problem Solution Fit stage, Product Market…

comment 1

Menjadi Manajer dengan Output Tinggi

Dulu ketika ada yang bertanya bagaimanakah tipe manajemen saya dalam mengatur organisasi, saya selalu jawab dengan kalimat: Tipe manajerial saya adalah dengan keteladanan. Saya cukup puas dengan jawaban itu, namun nyatanya dalam kondisi riil tidak cukup hanya dengan keteladanan untuk membuat performa tim kita optimal. Saya menemukan jawaban yang memuaskan ketika membaca buku Andrew Grove berjudul High Output Management pekan lalu. Salah satu statement yang Om Grove ulang beberapa kali dalam bukunya adalah : tanggung jawab utama dari seorang manajer itu adalah membawa performa subordinatnya ke level yang paling optimal. Dengan tanggung jawab itu seorang manajer harus memiliki strategi yang…

comment 0

Setting Up Minimum Success Criteria

Every entrepreneur has their own big dream when they start their business. Either they want their business to be a unicorn (business valuation’s reach more than USD 1 billion) or a Phoenix (a business that can survive for hundred years). Therefore, entrepreneurs have difficulties in breaking down their big dream into certain concrete-measurable targets. Hanging our big dream to be a source of our motivation sometimes is not enough. We can lose our confidence when we see the gap between the end goal and the current reality. Moreover, it can damage our team morale and soon they will start looking…

comment 0

Membangun Produk Pain Killer atau Sekedar Vitamin?

Ada sebuah pandangan di kalangan founder startup yang dijadikan pedoman ketika ingin mencari sebuah ide bisnis yang potensial: Buatlah sebuah produk Pain-killer, alih-alih hanya vitamin. Pain-killer adalah sebuah produk yang dapat menyelesaikan permasalahan penting serta harus diselesaikan secepatnya. Ketika tidak terselesaikan maka orang tersebut menempatkan dirinya pada resiko. Sedangkan vitamin adalah istilah untuk produk “nice-to-have“. Ketika kita ingat kita menggunakannya. Customer suka, tapi tidak benar-benar sangat membutuhkannya. Sebagai ilustrasi, di kondisi pandemi seperti sekarang ini, vaksin covid-19 adalah salah satu contoh produk pain-killer. Masyarakat dunia punya masalah yang sangat genting dan penting dengan virus covid-19. Dan vaksin bisa menjadi solusi…

comment 0

The Stages of Business Journey

Tesla’s valuation grew by 740% in 2020. They are now the most valuable automakers company in the world. In the early days of Tesla, Elon Musk (CEO of Tesla) had a dream to build a mainstream-affordable and 100 percent electric car. However, building an affordable and 100% electric car is a really hard problem, even for the top 10 biggest automakers, that is still a big deal. Instead of tackling it all at once, Tesla staged their journey into some particular steps. First, they built a high-performance electric sports car; the Tesla Roadster. It targeted high-end market that can afford…

comment 0

Slowing Down in Your Early Stage

Many people said that building startup is all about speed and moment. You have to move fast and reach the scaling stage as soon as possible before ruining out your money or outstep by your competitors. This is true when we look at all the unicorns in their place now. They are very fast. They do many things in parallel, and also spend a lot of money more than we can imagine. However, that’s what we see when they are already validated their business model. In my opinion, we have to zoom in on their journey when they are still…

comment 1

Sayap Pelengkap Perjalanan Bernama Kesabaran

Kami membangun Badr Interactive 9 tahun silam. Tapi setelah tahun ke-7 perusahaan ini baru Allah mulai beri stabilitas dan kelapangan. Sebuah perjalanan yang tidak sebentar. Ada sebuah penelitian yang dilakukan Techcrunch terhadap unicorn di US untuk mengetahui kesamaan dan karakteristik yang dimiliki mereka. . Salah satu yang menarik adalah rata-rata dibutuhkan min 8 tahun dari perusahaan-perusahaan ini untuk bisa sukses. Waktu yang tidak sebentar. . 8 Tahun adalah komitmen yang dibutuhkan. Akan aneh jika ada orang yang ingin jadi founder startup tapi gak menyiapkan komitmen jangka panjang hingga startup kita sustain dan besar. . Di tengah fasilitas serba instan yang…

comment 0

Menjalani Hidup Seperti Membuat Titik-titik Setiap Harinya

Berita kepergian Ashraf Sinclair kemarin meninggalkan kesedihan bagi banyak orang. Tak terkecuali teman-teman yang bergerak di dunia startup digital. Beliau pernah jadi partner di 500 Startups Asia Tenggara. Kami pernah bertemu beberapa kali di forum2 500 Startups. Orangnya ramah dan humble sekali. Satu pelajaran yang kita dapatkan : kematian bisa datang kapan saja. Baik Tua muda, rajin olah raga ataupun tidak. Buat kita merenung, sudah siapkah kita kalau Allah panggil hari ini. Perjalanan bersiap bukan sebuah rencana yang kita terus bayangkan hari ini lalu diharapkan terjadi suatu saat nanti. Ia adalah usaha hari ini. Saya teringat ada poin menarik dalam…

comment 0

Siklus Membaik

Siang itu saya sedang buru-buru ke rapat di Kelapa Dua Depok. Memutuskan naik ojek online dari kantor supaya bisa selap selip waktu macet. Pas waktu itu adalah jam macet, kala orang-orang pulang kerja dari kota. Karena saya beritahu sedang buru-buru, sang babang gojek menawarkan lewat jalan tikus. Saya iyakan. Masuklah kami ke gang, dari yang muat mobil sampai yang tidak. Saya takjub ternyata lewat gang ini bisa tembus melewati spot macet jalan utama. Ini menghemat banyak waktu di jam padat seperti ini. Senyum sumringah muncul karena bisa hindari beberapa pertigaan maut penyebab pertemuan kendaraan. Iseng saya tanya setengah nebak memprediksi,…

comment 1

Melatih Bercukup

Tiap tanggal 1 awal bulan biasa jadi rutinitas saya tuk mengatur pos-pos alokasi keuangan keluarga. Prinsip keuangan kami sederhana, tiap pendapatan bulanan dibagi 4 : pengeluaran harian 25%; investasi dan tabungan 25%; infaq zakat hadiah 25%; dan pos campuran (cicilan, pendidikan anak, upgrade rumah) 25%. Selebihnya jika ada pendapatan tambahan sekecil apapun itu, langsung dibagi dengan 1/3 kebutuhan harian/bulanan, 1/3 ziswaf, dan 1/3 investasi. Alhamdulillah pola ini sudah konsisten diterapkan sejak 3-4 tahun lampau. Dan bekerja mengendalikan dan melatih kami belajar “mencukupkan diri”. Porsi pengeluaran harian yang besarnya 25% itu bukan hanya belanja harian aja. Ia terdiri dari pos seabreg…

comment 0

Sedih, Takut, Stress

Siapa yang gak pernah merasakan sedih, takut, dan stress? Setiap manusia pernah merasakannya. Allah sendiri yang menyatakan dalam Quran, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Albaqarah : 155) Allah deskripsikan sebab kesedihan manusia beberapa karena kehilangan dan kekurangan. Ada kalimat populer : kita baru merasakan berharganya sesuatu ketika sudah kehilangan. Kehilangan yang berharga melahirkan sedih dan stress. Belum kehilanganpun jika dipikirkan berlarut akhirnya lahirkan rasa takut. Namun Allah selalu berikan hikmah dalam setiap kejadian. Justru dengan kesedihan, takut dan stress, rasa syukur…

comment 0

Kesamaan Tujuan

Ada hal yang masih sangat membekas di benak saya biarpun sudah berlalu 2 tahun lebih, saat ikut program akselerasi bisnis di kantor Google Mountain View. Tentang bagaimana mereka mengelola timnya. Salah satu yang menarik, biarpun ini bukanlah satu-satunya di dunia, adalah semua Googlers (sebutan untuk para karyawan Google), tahu purpose dan corporate culture dari Google. Jika kita berjalan di kantor Google, lalu sembarang menanyakan misi Google kepada salah satu orang Googlers secara acak, “saya bisa menjamin semuanya tahu mission statement Google”, kata salah seorang manajer People Support nya Google. Bukan hanya tahu, setiap leader di Google dituntut untuk memastikan pekerjaan…

comment 0

Penghiburan Terbaik Mereka yang Berjuang

Pagi itu seperti biasa, pembawaannya tenang dan wajahnya teduh. Seorang guru, yang bukan hanya kami belajar banyak soal muamalah bisnis, tapi justru lebih banyak tentang pelajaran kehidupan. Tadinya pertemuan ini saya tujukan untuk banyak cerita tentang berbagai beban pikiran yang menggelayut dalam sebuah muamalah kami bersama. Harap saya agar bisa berbagi dan berkuranglah tekanan dari beban tersebut. Tapi belum lagi saya sempat cerita sedikitpun apa yang ada dalam pikiran, semua kegalauan sirnah, ketika beliau membuka silaturahim kami dengan membacakan saya surat Hud ayat 61. “dan kepada kaum samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan…

comment 0

Kantung Semangat dan Optimisme yang Tak Pernah Habis

Salah satu modal terpenting seorang pemimpin adalah kantong semangat dan optimisme yang tak pernah habis. Hingga dengan semangat dan optimisme menggelora itu menular ke anggota tim nya tuk terus bergerak segelap apapun situasi kita. Namun mungkinkah hal itu terjadi? Optimisme yang terus menyala bahkan di saat tersempit hingga tak ada yang mungkin terbesit kecuali hanya pesimisme akan kemungkinan terburuk. Rasulullah SAW telah memberikan teladan terbaik pada kita bahwa hal tersebut mungkin. Ada banyak kondisi dari sejarah perjalanan Rasul yang dapat kita petik tentang optimisme. Salah satu pelajaran terbaik serta mengena buat saya pribadi adalah saat kaum Muslimin berada pada perang…

comment 0

Tanggung Jawab Utama Sang Kepala Keluarga

Persis pekan lalu, saya masih ingat posisi saya masing keliyengan di kasur. Hari itu sudah hari ketiga terhitung sejak hari pertama lebaran saya terbaring karena demam tinggi+pusing+lemas. Di saat yang lain liburan, bercengkrama dengan keluarga, atau silaturahim, Allah berikan ujian sakit. Meringkuk di kasur seharian, sesekali Azima ke kamar, nanya gmana panas ayahnya, ikut gegoleran di kasur, dan elus-elus ayahnya. Biasanya momen ini jadi momen main bersama, tapi sebegitu lemasnya saya, cuma bisa meringkuk aja ga ngerespon Azima. Selama 3 hari sakit pekan lalu akhirnya harus di rumah seharian. Dan Azima serta bundanya akhirnya ikut juga nemani. Agenda yang disusun…

comment 1

Yang Tak Terlihat dan Tak Terdengar, Boleh Jadi Lebih Utama

Pernah gak berpikir kayak begini, “kayaknya kontribusi seorang programmer gak sebesar atau sesignifikan seorang CEO deh”. “Mungkin klo ditimbang banyaknya ganjaran kebaikan di akhirat kelak, seorang staff administrasi gak akan bisa menandingi seorang direktur deh”. Benarkah begitu? Saya ga berpikir itu adalah sebuah kemutlakan di segala kondisi. Menurut saya belum tentu sebab utama sukses berhasilnya sebuah perusahaan, gerakan, atau sebuah pekerjaan selalu berasal dari tangan orang yang paling dikenal oleh dunia di tim tersebut. Saya sendiri selalu merasa, dibalik semua pencapaian apa yang kami pernah rintis, kalau mau dikomparasikan, kontribusi saya pribadi dibanding teman-teman lainnya itu sangat minim. Jauh lebih…