Takkan Patah oleh Tekanan Berat

Bila boleh menduga, sejak masuk bangku kuliah sepertinya saya sudah ditakdirkan Allah untuk selalu memiliki dan melaksanakan Tekanan berat, yang kapasitas serta ukuran senantiasa bertambah seiring dengan bertambahnya waktu.

Menanggung Tekanan berat memiliki banyak sekali hikmah yang ada di dalamnya, dan juga banyak resiko yang menyertainya. Tapi semua tergantung bagaimana kita memandangnya. Pada tulisan kali ini saya akan share beberapa Tekanan (yang bisa saya share) yang saya miliki saat ini.

Dari tulisan beberapa hari yang lalu dapat diketahui saya baru mengemban amanah sebagai CEO dari Badr Interactive, sebuah start up di bidang mobile application yang baru berdiri. Terhitung sejak tanggal 6 Januari yang lalu saya sudah bekerja full time di kantor Badr Interactive. Berarti sejak jam 9 hingga jam 6 sore di hari-hari yang saya miliki akan dialokasikan penuh untuk Badr Interactive, terlebih posisi CEO yang memiliki tanggung jawab untuk membawa kapal ini maju dari hari ke hari.

Selain itu saya juga sedang mengenyam pendidikan di sebuah sekolah bagi para calon CEO start up yang bergerak di bidang teknologi bernama Founder Institute. Belakangan ini tugas-tugasnya sangat berat. Tugas yang terakhir mengharuskan saya meresmikan ide produk saya menjadi sebuah perusahaan legal berbentuk Perseroan Terbatas (PT) sebelum tanggal 11 Januari 2012. Bila dibayangkan dengan sisa 3 hari saya harus mengurus akta perusahaan, sedangkan seperti yang kita tahu bahwa biaya dan prosedur melegalkan PT bukanlah hal yang mudah walaupun bisa dilakukan dengan cepat.

Ada lagi tantangan di MWA UI dan BK MWA UI UM, saat dimana saya harus menyelesaikan amanah ini dengan baik. Masih ada penyelesaian polemik UI dengan tim transisinya. Di BK sendiri masih ada beberapa proker yang masih harus diselesaikan karena sudah menjadi kewajiban kami untuk menjalankannya.

Kemudian satu lagi tantangan Tekanan berat yang saya kira sudah selesai ternyata belum selesai, yaitu adalah Tugas Akhir. Saya kira saya sudah selesai dengan urusan ini sejak mengumpulkan laporannya tanggal 4 Januari, tetapi ternyata pembimbing saya meminta saya merevisi laporan saya karena masalah kekuatan teori yang saya pakai lemah. Pilihannya ada dua mencari landasan teori yang lebih kuat dengan penelusuran literatur yang mendalam atau mengulang penelitian. Kalau dihitung-hitung ini seperti mengerjakan kembali TA sebanyak 1/3 bagian perjalanan.

Dan beberapa amanah dan rutinitas lain yang juga tidak kalah menantangnya seperti menambah hafalan atau mengisi kelompok binaan.

Tekanan yang berat bagi saya bisa membuat diri ini berkembang jauh lebih cepat. Membuat setiap waktu lebih terasa nilainya sehingga meminimalisir penyia-nyiaan terhadapnya. Tekanan yang berat senantiasa bisa membuat diri ini menyadari bahwa tanpa pertolongan Allah niscaya semua tekanan ini tidak akan bisa terselesaikan sehingga setiap ada kemudahan yang menyertai pengerjaan tekanan tersebut akan sangat terasa karena selalu datang ibarat angin sejuk yang mengguyur tubuh setelah basah oleh keringat. Tekanan yang berat selalu bisa membuat diri ini merasa lemah, sehingga setiap ada momen berdekatan dan berduaan dengan Yang Maha Kuasa akan selalu ingin dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Saya juga percaya tidak ada tekanan yang bisa mematikan kita karena setiap tekanan selalu datang dengan kadar pengembannya masing-masing. Keputusasaan dan keinginan menyerah merupakan sebuah hasil yang datang karena kita memandang rendah kapasitas diri kita.

Saat pikiran negatif dan rasa ingin menyerah mulai menyeruak, saya selalu menanamkan dua hal sederhana dalam pikiran cepat-cepat: berprasangka baik pada Allah dan keyakinan bahwa setiap kerja keras akan berbuah hasil. Prasangka baik pada Allah yang menyebabkan kita senantiasa yakin setiap tekanan merupakan sarana pendewasaan diri kita, sedangkan keyakinan akan kerja keras yang meneguhkan kita untuk senantiasa bergerak dan bekerja menyambut setiap tantangan yang datang satu demi satu.

Bila dipikirkan dengan akal rasional akan sangat sulit diterima semua tantangan itu, karena mulai untuk membayangkannya pun akan membuat mual. Satu-satunya cara adalah dengan menjalaninya, berikhtiar, dan senantiasa menyerahkan segalanya pada Allah.

Bila kegagalan merupakan ketetapan dari Allah atas hasil dari tantangan ini, niscaya kegagalan itu akan jadi bibit pendewasaan dan repositori pelajaran bagi kita. Bila keberhasilan yang merupakan buah dari tekanan tersebut, maka keberhasilan itu merupakan kemurahan dan akibat dari pertolongan Allah pada diri kita yang penuh salah dan khilaf ini.

Yap yap,,, aku disini sedang berusaha tingkatkan kapasitas diri, sibukkan diri dengan aktivitas, dan berdoa meminta yang terbaik; kuyakin begitu juga dirimu, Semoga Allah senantiasa menjaga kita..


CATEGORIES : Leadership, Pemikiran/ AUTHOR : jay

7 comments to “Takkan Patah oleh Tekanan Berat”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. *cuma bisa senyum2 membaca paragraf terakhirnya Jay.. ;)

  2. @Big, heeee Big pikirannya macam2 ya -__-” sya balas dengan senyum senyum saja lagi aja deh hehe ;)

  3. Subhanallah bang Jay.. :-)

  4. @jay, :D
    Jay…Jay…Sana cepat susul sodaramu (Sani).

  5. Luar biasa Jay… semoga ente selalu diberikan kekuatan oleh-Nya utk menjadi pribadi yang semakin dahsyat dan berguna bagi nusa dan agama.. salut banget sama ente bro :D

  6. subhanallah…kerena bang…
    salam kenal dari tanah sriwijaya..
    hati ini menciut ketika lihat padatnya aktivitas antum bang..
    semoga diri ini bisa seperti abang..aamiin.

  7. @fajar aditya, salam kenal Fajar, justru banyaknya aktivitas bukanlah parameter kedudukan kita di hadapan Allah, padahal itu yg harus kita kejar. Ayo kita sama2 berjuang dapat memberikan kerja sebaik2nya untuk ridha Allah

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On Google PlusVisit Us On YoutubeVisit Us On Linkedin