SITRUM, bukan hanya sekedar PIMNAS

Tags : ,

“Oleh karena itu kami menggagas sebuah solusi yang bernama…SITRUM, Sistem Informasi Rute Transportasi Umum”, Itulah sepenggal kalimat yang diucapkan oleh Yasmin pada sesi presentasinya saat PIMNAS berlangsung. Pada tulisan ini saya akan membagi apa yang saya rasakan bersama SITRUM selama ini.

SITRUM, merupakan nama kelompok kami. Kalau banyak orang sering berkata team kami adalah super team, memang tak bisa dipungkiri karena tim kami memang terdiri dari dua orang mapres, dua orang yang IPK nya melebihi 3,7, dan satu orang ahli programming. Tapi terlepas dari tim kami apa yang orang-orang katakan, bagi saya tim ini adalah sebuah tim yang berarti dan tak terlupakan. Yap, tak terlupakan

Malam itu, pada tanggal 21 Agustus 2010 menjadi salah satu malam paling berkesan bagi saya. Setelah di siang hari kami telah melakukan presentasi mengenai hasil karya PKMT (Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Teknologi) pada malam harinya kami bersepakat bersama Pak Ruli pembimbing kami untuk melakukan evaluasi di lobi hotel tempat kami menginap. Muka musam dan suram menghiasi setiap wajah kami malam itu. Perasaan tertekan, menyesal, kecewa, dan putus asa mungkin sedang bercampur aduk pada benak kami waktu itu. Semuanya tidak lain disebabkan karena performa presentasi kami dan performa para pesaing kami di PIMNAS kali ini.

Yap singkat cerita, presentasi kelompok kami memang tidak memuaskan, jauh dari performa rata-rata performa latihan presentasi kami selama ini. Berbagai kendala teknis tak terduga kami dapati siang tadi, mulai dari laptop yang lupa untuk dihidupkan suaranya, pointer kami yang tiba-tiba tidak berfungsi, sampai pada kesalahan fatal tidak cukupnya waktu presentasi kami.Padahal melihat dari segala persiapan dan rencana yang kami telah siapkan, seharusnya presentasi kami menjadi presentasi yang paling menarik, tidak hanya karena banyaknya sesuatu yang beda yang kami tampilkan, tapi juga kerena tampilan slide presentasi kami yang jauh lebih canggih di antara para kompetitor lainnya. Tapi semua itu tertutupi oleh kesalahan-kesalahan teknis yang kami lakukan. Tidak hanya itu, secara substansi kami juga menyadari produk yang kami hasilkan ternyata bila ditarik kembali berdasarkan aturan yang ada dalam PKMT ‘agak’ nyeleneh dibandingkan yang seharusnya. Tentunya dengan berbagai macam faktor lainnya di sana sini semakin menambah lengkap ketidakpercayaan diri kami malam itu. Tapi bukan masalah ini yang ingin saya bahas pada tulisan saya kali ini, karena hal-hal yang saya sebutkan tadi sama sekali tidak ada apa-apanya dibanding dengan apa yang akan saya ceritakan selanjutnya.

SITRUM, sekelompok anak muda ini memulai evaluasi dengan muka tertunduk…Pembimbing kami, Pak Hisar Maruli-yang selama ini sangat setia mendampingi dan membimbing kami- berusaha memulai forum evaluasi dengan membangkitkan kembali semangat kami. Pak Ruli memang luar biasa, selain memiliki otak yang brilian, ia juga bijak dan peduli pada mahasiswanya. Obrolan singkat sedikit banyak berhasil mengangkat mental kami yang tadinya tak karuan bagai benang kusut. Setelah itu Pak Ruli pamit ke kamar untuk melanjutkan pekerjaannya, sementara kami memutuskan untuk terus melanjutkan forum evaluasi malam itu. Evaluasi kami lanjutkan tidak berfokus pada performa kami siang ini, tapi pada apa saja yang kami rasakan selama ini bersama SITRUM,,,

SITRUM bagi saya,,saat ini tak hanya sebuah nama kelompok, tak hanya sebuah judul produk PKMT, atau tak hanya sekedar produk yang kami hasilkan selama lebih dari 7 bulan belakangan ini, tapi SITRUM telah menjadi salah satu bagian terpenting bagi diri saya saat ini. Selama ini sebelum saya menyadari perasaan ini saya memandang ajang PIMNAS kali ini merupakan salah satu dari beragam kompetisi lainnya yang saya ikuti, bahwa menang, menjadi yang terbaik merupakan sebuah harga wajib dan tentunya harus dibayar dengan kerja keras dan ikhtiar yang setara pula. Tapi ternyata pada SITRUM saya merasakan yang lebih dari itu. DI awal saya memang merasakan obsesi yang sangat tinggi pada keinginan untuk membawa SITRUM menjadi yang terbaik di ajang PIMNAS tahun ini, obsesi ini tercermin dalam semangat saya, terobosan yang coba ingin saya bawa, dan kerja kersa saya, bahkan dalam salah satu status facebook, saya mengatakan, bahwa emas adalah harga mati bagi kami…..

Ternyata seiring dengan waktu dan intensitas kebersamaan yang kami rasakan dalam SITRUM mampu merubah obsesi itu…Tanpa saya sadari saya berada dalam sebuah tim yang berisi saudara-saudara saya yang sangat menarik.

Saya bersama seorang Big, saudara seperjuangan saya selama ini yang tak perlu saya ragukan lagi kapasitasnya, ia yang selama ini menjadi teman dalam berbagai senang dan susah yang saya alami dalam hidup. Dirinya menjadi bagian tersendiri bagi saya dalam keseharian saya. Di SITRUM kali ini Big berpran sebagai ketua dan sepak terjangnya sebagai ketua di tim kami tak perlu di ragukan lagi, ia selalu bisa menempatkan kepentingan SITRUM di atas kepentingan pribadi. Ia juga rela berkorban berbagai macam hal saat memang benar2 dibutuhkan oleh SITRUM. Salah satu faktor masih tetap kompakya tim ini adalah karena peran Big sebagian besarnya.

Lalu ada Ardi,,bicara tentang bocah ini hanya ada satu kalimat yang dapat merepresentasikannya, santai tapi luar biasa. Ia adalah pemuda yang sangat santai dalam berbagai aktivitasnya, ia selalu menjadi orang terakhir yang masuk ke bus ketika istirahat, ia juga menjadi orang yang paling tenang dan tetap saja santai dalam situasi mendesak dan genting sekalipun. Sifat santai ini yang sering diartikan orang sebagai cuek, tapi bagi saya ia punya daya tarik tersendiri. Dibalik karakternya ternyata ia adalah orang yang selalu bisa diandalkan terutama dalam hal programming. Bahkan pekerjaan terberat membangun core mobile application SITRUM pun dapat ia kerjakan seorang diri. Sungguh sebuah pilihan yang sangat tepat bagi kami memilih Ardi menjadi bagian dari SITRUM

Lalu ada Ade, sang IP 4 kalau teman-temannya sering memanggilnya. Yap ia adalah seorang mahasiswi cerdas yang perfeksionis dan sangat disiplin dalam kesehariannya. Ia selalu menjadi orang yang paling sering mengingatkan kami bila SITRUM sering terbengkalai karena kesibukan kami. Ia menjadi orang yang sms nya paling ditakuti oleh big sang ketua kelompok, karena sebagian besar isi smsnya pasti protes akan progres dari SITRUM. Ia selalu menjadi orang yang datang paling tepat waktu dan paling pertama dalam setiap pertemuan SITRUM. Tapi ia selalu bisa menjadi sasaran empuk bullying dari saya dan big. Yap saya dan big sangat suka menggodanya dalam setiap pertemuan SITRUM. Mendengar jeritan atau marahnya menjadi aktivitas menarik tersendiri bagi kami.

Lalu ada Yasmin, mahasiswa satu lagi yang tak kalah cerdasnya dibanding Ade. Yasmin adalah seorang mahasiswi yang mungkin paling kalem dalam kelompok kami tapi ia sangat bisa diandalkan dalam banyak tugas yang tidak bisa atau sulit diselesaikan orang lain. Ia selalu bisa menjadi seorang debugger yang terhandal dalam tim kami, sebuah pekerjaan yang sangat membutuhkan ketelitian tingkat tinggi. Ia juga selalu bisa diandalkan dalam berbagai macam tugas administratif yang jika diserahkan kepada kami para kaum lelaki sudah hampir bisa dipastikan 1000% tidak akan bisa terselesaikan. Selain itu, Yasmin juga terkadang bisa dijadikan bahan bullying kami kalau Ade tidak ada atau kalau sudah mulai bosan dengna jeritan jeritan Ade :p

Bersama mereka ternyata semakin lama saya semakin merasakan kenyamanan, kenyamanan bekerja bersama mereka, kenyamanan berkumpul , marah-marah, atau tertawa bersama.Kenyamanan ini yang sedikit demi sedikit menggantikan obsesi untuk meraih emas dalam PIMNAS menjadi obsesi melakukan perjuangan tanpa batas sampai akhir bersama, melakukan ikhtiar tiada batas sampai akhir bersama, dan kebersamaan membangun SITRUM ini… Dalam forum evaluasi kemarin sama sekali tidak ada keinginan untuk menyalahkan salah satu orang karena kesalahan pribadinya karena keinginan itu tidak akan pernah dapat muncul di hati orang-orang yang yang merasakan bahwa dirinya yakin saudaranya telah melakukan ikhtiar terbesar yang dapat ia lakukan. Semangat melakukan ikhtiar bersama sampai akhir ini yang membuat air mata yang keluar pada forum evaluasi kemarin bukan merupakan air mata penyesalan, tapi merupakan air mata bahagia karena kita mulai menyadari bahwa SITRUM bergitu berharga selama ini.

Kami selalu yakin bahwa Allah maha Adil, oleh karena itu Ia akan memberikan hasil yang sesuai dengan ikhtiar hamba-Nya. Namun bila ternyata hasil yang kita peroleh tidak sesuai dengan ikhtiar yang selama ini dilakukan maka yakinlah bahwa ini yang terbaik bagi kita….

Ikhtiar total kami dengan berbagai macam perjuangan, latihan presentasi berkali kali, pembuatan slide tercanggih yang bisa kami buat, dan berbagai macam totalitas ikhtiar lainnya yang ternyata membuahkan hasil yang tidak sesuai dengan apa yang kami prediksi tidak lain adalah bentuk lain dari keputusan terbaik yang Allah dapat berikan kepada kami. Tak ada kekecewaan, tak ada kesedihan berlarut larut, tak ada keinginan menyalahkan,,yang ada hanya senyum syukur. Syukur telah dipertemukan dengan saudara-saudara terbaik, syukur karena kebersamaan selama ini, syukur karena kesempatan bisa melanjutkan produk impian kami sampai sejauh ini, dan syukur2 lainnya yang tak terhingga banyaknya.

Bila air mata yang keluar pada forum evaluasi kemarin telah berhenti saat ini, tapi semangat kebersamaan yang menyebabkan keluarnya air mata itu tak kan pernah berhenti. SITRUM mungkin saat ini hanya sekedar produk yang dapat dipandang sebelah mata oleh banyak pihak, tapi ia tetap istimewa di mata kami. SITRUM, takkan berhenti sampai di sini saja, ia akan terus melaju berkembang tak terbatas untuk kebermanfaatan pada masyarakat. Seperti tagline yang kami sematkan kepada SITRUM, SITRUM for the better Ummah

Mari tetap melaju SITRUM, mari kita tetap membangun SITRUM saudaraku, mari kita membangun Indonesia

Luv u SITRUM


CATEGORIES : Pemikiran/ AUTHOR : jay

8 comments to “SITRUM, bukan hanya sekedar PIMNAS”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. wah keren2 jay.. tetep semangat!
    mungkin sitrum kali ini masih tahap alfa, belum tahap beta atau mungkin RC (Release Candidat)… coba dikembangkan lagi aja jay.. siapa tau bisa diikutkan lagi.. (eh bisa gak sih?)

  2. 2 jempol buat Jay dan teman2 SITRUM!
    tetap semangat dan berjuang :D

  3. @Salman & Puspa: wahh makasih teman,,,sip kami akan terus semangat menggapai mimpi,,menggapai SITRUM for the better ummah

  4. ricky arifandi daniel says: -#1

    kak saya ilkom 2010
    tertarik nih dengan aplikasi yang kelompok kakak buat, bisa share installernya ga kak? hehehe
    oiya langsung bales ke email saya aja ya kak araishikeiwai[at]gmail.com
    makasih kak :D

  5. perjalanan yang manis… tetap semangat kak! tetap semangat sitrum!! yang terpenting di atas segalanya memang ‘persaudaraan’… semoga suatu saat nanti saya bisa mewarisi kecemerlangan kakak2 ini :D:D:D
    luar biasa!!!

  6. Jay….hebat…hebat….kunjungi web ku juga ya….hehe

  7. mantep sitruumm… Lanjutkan!! ^__^

  8. semangat
    untuk terus maju!!!:)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On Google PlusVisit Us On YoutubeVisit Us On Linkedin