comment 0

Luka Masa Lalu adalah Pelajaran dan Kenangan Indah Kini

Setiap dari kita tentunya punya banyak sekali pengalaman, baik maupun buruknya, yang semakin bertambah seiring dengan bertambahnya umur kita. Namun terkadang pengalaman buruk yang menimbulkan luka seringkali kita sesali, padahal pengalaman tersebut bisa jadi adalah pelajaran dan kenangan indah bagi kita kini.

Akhir pekan lalu saya bersama Istri dan Azima (putri kecil pertama saya) berkendara menuju kediaman orang tua saya di Tangerang. Kondisi saat itu sudah malam dan kita berencana untuk mengambil rute perjalanan yang berbeda dibandingkan dengan rute biasanya. Biasanya kami menempuh rute jalan melewati rute tol Bandara kali ini kita melewati tol lingkar luar Jakarta kemudian keluar dan menelusuri Jalan Daan Mogot terus hingga sampai di Kota Tangerang. Memasuki Jalan Daan Mogot, seketika saat itu banyak ingatan dan kenangan masa lalu bermunculan sepanjang perjalanan.

Jalan Daan Mogot ini menjadi jalan yang cukup bersejarah bagi saya. Jalan ini menjadi menu wajib yang selalu saya lalui ketika saya berperjalanan dari Depok ke Tangerang maupun sebaliknya sejak saya masuk kuliah hingga saya menikah. Banyaknya kenangan di jaan ini karena saya mayoritas melaluinya dengan berkendara motor lengkap berbagai macam cerita yang bermunculan di dalam perjalanannya. Jalan ini banyak menjadi saksi kecelakaan-kecelakaan motor yang saya alami, secara kasar dalam ingatan saya total saya mengalami hingga 11 kali kecelakaan motor selama tahun 2009 hingga tahun 2011, baik kecelakaan ringan maupun kecelakaan berat. Sepuluh dari 11 kecelakaan yang saya alami tersebut merupakan kecelakaan tunggal (kecelakaan yang hanya melibatkan satu kendaraan tanpa melibatkan pengguna jalan lain). Penyebab utama kecelakaan-kecelakaan tunggal tersebut tidak lain adalah karena kelelahan dan ngantuk selama berkendara 😀

Perjalanan kuliah memang saya akui sampai saat ini merupakan fase perjalanan yang paling tinggi intensitas kegiatannya, banyak sekali kegiatan yang saya ikuti di luar aktivitas inti perkuliahan. Ada organisasi, pengajian, pembinaan asrama PPSDMS, kegiatan sosial, mengejar targetan-targetan prestasi, pengembangan diri, dan kegiatan adhoc lainnya. Tingginya intensitas aktivitas itu membuat ketika bertemu dengan jalan lurus yang relatif sepi di malam hari, naik motor pula, angin sepoi nan dingin yang merayapi tubuh akan terasaseperti lantunan lagu pengantar tidur yang mempercepat waktu menuju alam tidur 😀 Tapi ala kulli hal bukan tentang kecelakaannya yang ingin saya ceritakan dalam tulisan kali ini, tapi tentang kenangan-kenangan dari kecelakaan tersebut yang saya ingin fokuskan, sebagaimana layaknya judul tulisan ini.

Setiap kecelakaan yang saya alami, walaupun sudah berselang 4 hingga 6 tahun, ternyata masih terekam dengan sangat jelas ketika saya melalui Jalan Daan Mogot ini. Saya masih ingat betul dimana saja saya mengalami kecelakaan, apa penyebabnya, luka apa yang saya alami, hingga siapa saja yang menolong saya dalam kecelakaan-kecelakaan tersebut. Alhasil di sepanjang perjalanan, saya dengan sangat semangat menceritakan tiap penggal kecelakaan yang pernah saya alami kepada istri saya ketika kami melewati spot lokasi kecelakaan itu. Memang ternyata kecelakaan-kecelakaan itu selain menimbulkan rasa sakit, tapi juga membawa banyak sekali pelajaran. Dari sana saya menemukan kenalan baru, mengetahui detail lokasi di sekitar jalan tersebut (karena biasanya habis kecelakaan saya harus cari bengkel untuk betulkan motor, dan cari mesjid untuk istirahat), atau mengenali mana kontur jalan yang berbahaya untuk sangat diperhatikan ketika kita berkendara.

Dari sekelebat ingatan-ingatan yang bermunculan tersebut saya kembali menyadari bahwa kejadian-kejadian di masa lalu kita, pun yang menimbulkan rasa luka atau sakit teramat yang terjadi pada diri kita, akan menjadi pelajaran dan kenangan indah ketika kita mengenangnya saat ini. Walaupun saya menyadari bahwa saya sangat ceroboh dalam berkendara di waktu lampau (yang ini mohon jangan ditiru oleh pembaca sekalian), tapi ternyata saya tidak menyesal punya pengalaman-pengalaman ceroboh tersebut. Paling minimal ketika melewati Jalan Daan Mogot tersebut selalu akan muncul simpul-simpul senyum malu-malu mengingat banyaknya kecerobohan saya dalam berkendara di masa lampau. Alhamdulillah, pengalaman banyak bergumal dengan aspal jalanan itu membuat intensitas kecelakaan saya sejak tahun 2011 berkurang drastis mendekati nol -semoga Allah senantiasa melindungi keselamatan kita dalam setiap perjalanan yang kita tempuh,baik itu perjalanan singkat maupun jauh, aamiin-.

Luka Masa Lalu adalah Pelajaran dan Kenangan Indah Kini
Luka Masa Lalu adalah Pelajaran dan Kenangan Indah Kini

Banyak kejadian yang kita alami saat ini seringkali kita ratapi dan sesali secara berlebihan karena telah menimpa kita, tentunya biasanya kejadian-kejadian tersebut adalah kejadian yang menyakitkan, menyedihkan, hingga memalukan. Padahal ketika kejadian tersebut telah tenggelam dalam perjalanan waktu, kejadian-kejadian tersebut akan menjadi pengalaman hidup yang menyimpan pelajaran maupun kenangan indah saat kita menengoknya. Jangan kita terlalu cepat mengutuki apapun yang terjadi pada diri kita karena mereka terjadi dengan kehendak Allah, tapi jangan pernah pula melewatkan kejadian tersebut – baik maupun buruknya – untuk kita ambil pelajaran dan hikmah darinya. Kelak guliran waktu akan mengikis rasa sakit yang teramat maupun bahagia yang membuncah, yang tersisa adalah ingatan dan pelajaran. Selamat menjalani hari dengan semangat, karena baik maupun buruknya kejadian di hari ini, akan menjadi pelajaran bagi kita kini dan nanti, paling minimal menjadi ingatan indah yang bisa kita kenang dan ceritakan kepada generasi penerus kita. Bahwa kita tidak sekedar hidup, tapi hidup dengan mengumpulkan dan melahirkan arti bagi orang lain di sekitar kita.

Leave a Reply