senjaya.net

Jay's Life Journal

Takkan Patah oleh Tekanan Berat

January 8th, 2012

Bila boleh menduga, sejak masuk bangku kuliah sepertinya saya sudah ditakdirkan Allah untuk selalu memiliki dan melaksanakan Tekanan berat, yang kapasitas serta ukuran senantiasa bertambah seiring dengan bertambahnya waktu.

Menanggung Tekanan berat memiliki banyak sekali hikmah yang ada di dalamnya, dan juga banyak resiko yang menyertainya. Tapi semua tergantung bagaimana kita memandangnya. Pada tulisan kali ini saya akan share beberapa Tekanan (yang bisa saya share) yang saya miliki saat ini.

Dari tulisan beberapa hari yang lalu dapat diketahui saya baru mengemban amanah sebagai CEO dari Badr Interactive, sebuah start up di bidang mobile application yang baru berdiri. Terhitung sejak tanggal 6 Januari yang lalu saya sudah bekerja full time di kantor Badr Interactive. Berarti sejak jam 9 hingga jam 6 sore di hari-hari yang saya miliki akan dialokasikan penuh untuk Badr Interactive, terlebih posisi CEO yang memiliki tanggung jawab untuk membawa kapal ini maju dari hari ke hari.

Selain itu saya juga sedang mengenyam pendidikan di sebuah sekolah bagi para calon CEO start up yang bergerak di bidang teknologi bernama Founder Institute. Belakangan ini tugas-tugasnya sangat berat. Tugas yang terakhir mengharuskan saya meresmikan ide produk saya menjadi sebuah perusahaan legal berbentuk Perseroan Terbatas (PT) sebelum tanggal 11 Januari 2012. Bila dibayangkan dengan sisa 3 hari saya harus mengurus akta perusahaan, sedangkan seperti yang kita tahu bahwa biaya dan prosedur melegalkan PT bukanlah hal yang mudah walaupun bisa dilakukan dengan cepat.

Ada lagi tantangan di MWA UI dan BK MWA UI UM, saat dimana saya harus menyelesaikan amanah ini dengan baik. Masih ada penyelesaian polemik UI dengan tim transisinya. Di BK sendiri masih ada beberapa proker yang masih harus diselesaikan karena sudah menjadi kewajiban kami untuk menjalankannya.

Kemudian satu lagi tantangan Tekanan berat yang saya kira sudah selesai ternyata belum selesai, yaitu adalah Tugas Akhir. Saya kira saya sudah selesai dengan urusan ini sejak mengumpulkan laporannya tanggal 4 Januari, tetapi ternyata pembimbing saya meminta saya merevisi laporan saya karena masalah kekuatan teori yang saya pakai lemah. Pilihannya ada dua mencari landasan teori yang lebih kuat dengan penelusuran literatur yang mendalam atau mengulang penelitian. Kalau dihitung-hitung ini seperti mengerjakan kembali TA sebanyak 1/3 bagian perjalanan.

Dan beberapa amanah dan rutinitas lain yang juga tidak kalah menantangnya seperti menambah hafalan atau mengisi kelompok binaan.

Tekanan yang berat bagi saya bisa membuat diri ini berkembang jauh lebih cepat. Membuat setiap waktu lebih terasa nilainya sehingga meminimalisir penyia-nyiaan terhadapnya. Tekanan yang berat senantiasa bisa membuat diri ini menyadari bahwa tanpa pertolongan Allah niscaya semua tekanan ini tidak akan bisa terselesaikan sehingga setiap ada kemudahan yang menyertai pengerjaan tekanan tersebut akan sangat terasa karena selalu datang ibarat angin sejuk yang mengguyur tubuh setelah basah oleh keringat. Tekanan yang berat selalu bisa membuat diri ini merasa lemah, sehingga setiap ada momen berdekatan dan berduaan dengan Yang Maha Kuasa akan selalu ingin dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Saya juga percaya tidak ada tekanan yang bisa mematikan kita karena setiap tekanan selalu datang dengan kadar pengembannya masing-masing. Keputusasaan dan keinginan menyerah merupakan sebuah hasil yang datang karena kita memandang rendah kapasitas diri kita.

Saat pikiran negatif dan rasa ingin menyerah mulai menyeruak, saya selalu menanamkan dua hal sederhana dalam pikiran cepat-cepat: berprasangka baik pada Allah dan keyakinan bahwa setiap kerja keras akan berbuah hasil. Prasangka baik pada Allah yang menyebabkan kita senantiasa yakin setiap tekanan merupakan sarana pendewasaan diri kita, sedangkan keyakinan akan kerja keras yang meneguhkan kita untuk senantiasa bergerak dan bekerja menyambut setiap tantangan yang datang satu demi satu.

Bila dipikirkan dengan akal rasional akan sangat sulit diterima semua tantangan itu, karena mulai untuk membayangkannya pun akan membuat mual. Satu-satunya cara adalah dengan menjalaninya, berikhtiar, dan senantiasa menyerahkan segalanya pada Allah.

Bila kegagalan merupakan ketetapan dari Allah atas hasil dari tantangan ini, niscaya kegagalan itu akan jadi bibit pendewasaan dan repositori pelajaran bagi kita. Bila keberhasilan yang merupakan buah dari tekanan tersebut, maka keberhasilan itu merupakan kemurahan dan akibat dari pertolongan Allah pada diri kita yang penuh salah dan khilaf ini.

Yap yap,,, aku disini sedang berusaha tingkatkan kapasitas diri, sibukkan diri dengan aktivitas, dan berdoa meminta yang terbaik; kuyakin begitu juga dirimu, Semoga Allah senantiasa menjaga kita..

Hari Pertama Menjadi CEO

January 6th, 2012

Sejak Musyawarah Besar Badr Interactive pada tanggal 24 Desember 2011, ditetapkan saya akan memegang amanah sebagai CEO dari Badr Interactive menggantikan saudara saya Mohamad Sani. Namun saya baru beroperasi secara penuh sejak kemarin, 6 Januari 2012 karena saya masih diberi kesempatan untuk bisa menyelesaikan TA saya. Menjadi CEO bukanlah sebuah kebanggaan atas posisi yang bisa pamerkan, terlebih untuk sebuah perusahaan yang juga menjadi wajihah dakwah ini. Menjadi CEO adalah sebuah tanggung jawab besar, karena ia yang akan menjadi nahkoda kapal ini, ia yang akan senantiasa harus bisa melihat apakah kapal tetap berada pada alur yang benar, bagaimana kondisi para awaknya, sebuah posisi dimana ia harus mengorban tenaga dan pikiran lebih, sebuah tugas ketika ia dituntut untuk bisa menjadi teladan bagi seluruh anggota tim yang ia pimpin.

Posisi CEO ini merupakan posisi yang sangat berat dan besar pertanggungjawabannya untuk sebuah start up yang sedang berkembang saat ini. Badr Interactive saat ini  memiliki 10 orang anggota tim, dengan 5 orang full timer dan 5 oran part timer. Ada satu orang anggota tim kami yang sudah berkeluarga dan satu orang lagi yang akan berkeluarga dalam waktu dekat ini. Semuanya menggantungkan diri dari Badr Interactive. Badr Interactive walaupun dalam 6 bulan sejak berdirinya telah mencapai beberapa target yang ditetapkan, tapi tetap saja ia berjalan dengan banyak ancaman dan rsiko yang harus ditanggung terlebih sebagai sebuah start up IT yang biasanya memiliki peluang gagal lebih tinggi dibandingkan ranah bisnis lainnya. Ia harus segera berlari dan melakukan kemajuan dalam proses bisnisnya supaya bisa terus berjalan. Dan semua itu adalah tanggung jawab CEO. Bila dulu saya melihat jabatan publik di kampus sebagai sebuah sarana melatih diri dan juga hal yang akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak, posisi CEO saat ini, amanah itu menuntut tanggung jawab dan juga dampak yang lebih nyata dan terlihat bahkan untuk jangka pendek, terlebih untuk jangka panjang di akhirat kelak. Bila ia gagal memimpin, maka kerugian yang dialami buka hanya kepada gagalnya tujuan dari sebuah organisasi, tapi juga kerugian bagi orang-orang yang dipimpinnya, bagi keluarga yang ditanggungnya, atau bagi masa depannya. Posisi ini membuat diri ini perlu meningkatkan kapasitas kepemimpinannya lebih tinggi lagi. Melihat semuanya jauh ke depan, tidak hanya untuk untung rugi diri sendiri, tapi juga sebuah perusahaan secara keseluruhan.

Tapi karena visi dari Badr Interactive memang merupakan mimpi saya, sehingga semua ini akan saya jalani dengan sepenuh hati. Saya tidak akan tanggung-tanggung dan setengah-setengah. Pengorbanan dan perjuangan lebih merupakan sebuah konsekuensi yang harus saya terima dan dengan senang hati akan ringan untuk diberikan. Tapi satu hal lagi yang akan terus dan harus dijaga, yaitu keberkahan dan ridha dari Allah. Saya merasakan sendiri, semakin berat dan besar beban yang harus kita tanggung, maka semakin besar juga kebutuhan kita kepada pertolongan Allah. Sedangkan untuk menjaga peluang agar Allah selalu memberikan pertolongannya pada setiap hal yang kita lakukan adalah dengan menjadi hamba-Nya yang senantiasa dicintai oleh-Nya. Dan disitulah saya akan juga banyak berusaha, mencoba menjadi hamba yang dicintai oleh Allah dengan segala ibadah dan keuatamaan perbuatan yang bisa mendapatkan cinta dan ridha Allah.

Ke depannya, tiap detik akan jauh lebih bermakna dan berarti. Saat dimana saya menyadari bahwa saat waktu-waktu ini tidak dimanfaatkan untuk melakukan hal yang bermanfaat atau hal yang bisa menjadi penyebab turunnya cinta Allah, maka ketenangan diri ini atas keberhasilan dalam memegang amanah ini akan menjadi taruhannya. InsyaAllah saya siap dan akan selalu belajar, mengembangkan diri, mewujudkan mimpi kami,, menjadi pribadi-pribadi yang bermanfaat untuk ummat, bangsa, dan agama. Allah bersamai terus langkah-langkah kecil ini, saat tertatih, maupun saat berlari,, karena melangkah dalam kebersamaan-Mu merupakan sumber kekuatan terbesar bagi kami…

Produk Anyar Badr-interactive: Evaluasi Ibadah

January 3rd, 2012

Assalamu’alaikum wr.wb.

Jika tugas-tugas kuliah / organisasi / kerja tercatat dan termanajemen dengan rapi mengapa tidak dengan suatu daya upaya yang jelas menuju kepada-Nya? Seberapa baik ibadah kita dan seberapa terjaga evaluasi-evaluasi kita pada penghambaan kepada-Nya?

Di awal tahun baru 2012 ini, resolusi selalu kita rencanakan, dan mari resolusikan juga ibadahmu karena kini Badr Interactive kembali menyajikan sebuah aplikasi baru untuk mengevaluasi ibadahmu: Evaluasi Ibadah

Dapatkan aplikasi ini free di Android Market: https://market.android.com/details?id=com.bi.mutabaah

Tahun baru, mari tingkatkan ibadah, tentukan targetmu!

senjaya.net

Jay's Life Journal

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers