senjaya.net

Jay's Life Journal

Location Based Marketing, Trend Teknologi Pemasaran Masa Depan

March 29th, 2013

Dunia marketing atau pemasaran saat ini sudah bertransformasi, dari media tradisional ke media digital. Transisi ini menyebabkan hubungan antara konsumen dengan perusahaan berkembang tidak hanya sekedar hubungan konvensional tapi menembus batas pole interaksi dan komunikasi yang menggunakan teknologi sebagai sarananya.Untuk itu kita harus juga bisa menyesuaikan dengan kemajuan teknologi tersebut jika tak ingin tertinggal. Nah slah satu sarana transformasi digital dalam dunia marketing saat ini adalah penggunaan location based marketing.

 

Sebenarnya sudah ada beberapa bentuk dari locatin based marketing dalam kehidupan kita sehari-hari saat ini, misalnya penawaran produk atau jasa yang ditawarkan kepada kita ketika kita berada pada sebuah lokasi tertentu, saat kita bisa mendapatkan informasi diskon atau promo sebuah produk atau layanan saat kita memasuki sebuah pusat perbelanjaan, saat kita mendapat rekomendasi tempat hangout yang terdekat dengan keberadaan kita saat ini, saat kita bisa berbagi informasi lokasi keberadaan kita dengan orang lain dengan smartphone kita, hingga saat sebuah game yang menawarkan tantangan yang menyesuaikan diri dengan lokasi keberadaan kita memainkannya.Semua itu adalah contoh dari beberapa bagian dan produk konsep location based marketing.

 

Untuk yang belum mendapatkan gambaran lebih jelas tentang apa itu location based marketing, ia adalah sebuah informasi dan pelayanan yang dapat diakses dari device mobile kita dan dapat memanfaatkan layanan petunjuk lokasinya untuk memberikan informasi atau memasarkan apapun kepada kita.Location Based Marketing dapat menjadi jembatan yang menghubungkan semua bentuk dari media marketing saat ini. Sebuah media sosial yang inklusif, melalui internet dan interaksi dunia nya ta secara langsung.Dengan ini kita juga bisa melakukan integrasi horizontal dari semua media yang terhubung kepada seseorang berdasarkan lokasi tertentu.Intinya, dengan location based marketing ini penggunaan layanan smartphone kita yang dapat memberikan informasi tertentu tentang sesuatu berdasarkan lokasi di mana kita berada.

 

Dengan location based marketing kita bisa menggunakan informasi lokasi seseorang untuk mengetahui dimana lokasi keberadaannya, mengirimkan pesan penawaran yang relevan dengan kondisinya saat ini, dan melakukan proses bisnis lainnya. Location based marketing adalah tahapan selanjutnya dalam revolusi dunia internet. Saat sebelumnya kita hanya berpikir tentang bagaimana cara mencari informasi di dalam internet dengan menggunakan search engine (seperti google misalnya), kemudian kita memasuki era sosial media saat kita bisa berbicara dan berekspresi tentang diri kita (penggunaan facebook dan twitter), nah saat ini kita memasuki era location based dimana kita mendapatkan informasi sebagaimana yang kita inginkan di setiap konteks aktivitas kita.

 

Jangan berpikir location based marketing itu hanya bisa berpengaruh dalam dunia bisnis, location based marketing juga bisa digunakan dalam interaksi sosial kita, ketika memainkan game di smartphone kita, saat kita berbagi informasi atau pengalaman baru, menemukan produk atau layanan yang sesuai dengan kondisi kita pada saat tersebut, dan masih banyak lagi bentuk inovasi yang dapat dilakukan.

 

Location based marketing sudah seharusnya kita perhitungkan dan kita pergunakan dalam kehidupan kita karena penggunaannya sudah semakin meluas dan intens terutama di negara maju. Sebagai contoh lebih dari sepertiga pengguna smartphone di Amerika minimal menggunakan layanan location based mereka sekali dalam sepekan. Untuk pengguna iPhone lebih banyak lagi, mencapai 63% penggunanya sudah terbiasa untuk menggunakan layanan location based sekali sepekan minimal untuk mencari keberadaan lokasi, barang yang dicari, toko, layanan, atau review produk berdasarkan lokasi mereka. Dengan jumlah pengguna smartphone yang sangat banyak di negara ini tampaknya hanya tinggal menunggu hitungan waktu bagi kita untuk semakin akrab dan terbiasa dengan location based marketing.

 

 

Melihat potensi dan perkembangan location based marketing, saat ini sudah ada asosiasi nasional yang mengkhususkan diri dalam location based marketing, asosiasi itu bernama LBMA (Location Based Marketing Association). Sebuah asosiasi yang melakukan banyak penelitian, seminar, edukasi, dan inovasi-inovasi dalam bidang location based marketing. Tujuan mereka adalah membuat location based marketing itu semakin lekat dan memasyarakat di kehidupan kita.

Jadi sekarang tinggal kita yang sekarang sudah tahu apa itu location based marketing dan sekarang mencoba untuk mencari manfaat yang kita bisa buat dari teknologi ini. Keberadaan location based marketing ini akan dapat memantik kreasi dan inovasi-inovasi yang tak terpikirkan oleh kita sebelumnya. Jadi, selamat mempersiapkan diri dengan kehadiran produk-produk teknologi dari location based marketing ini.

Hiduplah di Dunia sebagai Musafir

March 17th, 2013

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku lalu bersabda, “Jadilah engkau hidup di dunia seperti orang asing atau musafir (orang yang bepergian).” Lalu Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu menyatakan, “Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu hingga pagi hari. Dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Bukhariy no.6416)

Hadits di atas secara jelas menceritakan tentang perintah Rasulullah kepada kita untuk hidup di dunia seolah-olah sebagai musafir (orang yang melakukan perjalanan). Pernahkah kita membayangkan dan memosisikan diri kita sebagai seorang musafir? Apakah yang akan kita rasakan ketika kita menjadi seorang petualang dan menjadi asing di setiap tempat baru yang kita datangi atau singgahi? Ada banyak sekali hal yang dapat kita lihat dengan sudut pandang berbeda ketika kita melihatnya dengan kaca mata sebagai seorang musafir.

Orang yang ringan terhadap tempat berpijaknya saat ini

Seorang musafir adalah orang yang dapat menyadari sepenuhnya bahwa keberadaannya di suatu tempat hanyalah sementara, sehingga ia tidak akan mengikatkan dirinya terlampau dalam dengan tempat menetapnya itu. Ia akan sangat ringan ketika harus meninggalkan tempat berpijaknya saat ini dan berpindah ke tempat persinggahannya yang lain. Ia juga tidak akan terlampau peduli dengan segala kesempitannya saat ini di tempat tersebut karena ia tahu bahwa keberadaanya di sana hanya sementara.

Mereka yang memosisikan diri sebagai musafir di dunia akan menyadari dengan penuh kesadaran bahwa dunia hanyalah sebuah tempat persinggahan sementara, sebelum kita kembali melanjutkan perjalanan ‘pulang’. Pikirannya akan selalu disibukkan dengan rencana kepulangannya dibandingkan dengan keterikatannya di tempat tersebut. Ia tidak akan terlampau berat dalam merelakan berbagai macam fasilitas dunia yang ia miliki karena sejak awal dia sudah tau bahwa yang ia dapat bawa pergi di perjalanan ‘pulang’ hanya bekal yang dapat dipakai di perjalanannya, bukan berupa benda atau perangkat yang dapat dinikmati hanya di tempatnya singgah.

Mereka juga akan sangat ringan jika sewaktu-waktu harus segera pergi dari tempat singgahnya ke tempat singgah yang lain ataupun harus langsung pulang ke tempat asalnya. Mereka akan menganggap persinggahan dari satu tempat ke tempat lainnya adalah sebuah fase antara yang tidak akan berlangsung selamanya sebelum akhirnya mereka akan dipanggil kembali pulang ke tempat asalnya. Hidupnya ringan, siap berjalan di saat ia harus berjalan, dan siap pulang di saat ia sudah seharusnya pulang.

Orang yang senantiasa dapat mensyukuri segala hal yang dijumpainya

seorang musafir akan menjadi orang yang paling exited dengan lingkungan yang dijumpainya tersebut. Ia akan memiliki cara pandang yang berbeda dengan senantiasa terkagum-kagum dan memotret setiap realita, pemandangan, ataupun budaya daerah tersebut. Seorang musafir akan memiliki cara pandang yang sangat berbeda dengan cara pandang orang yang menetap lama di daerah tersebut yang tidak memiliki ketertarikan berlebihan terhadap tempat-tempat yang ia jumpai karena ia telah melaluinya setiap hari.

Menjadi musafir adalah tentang kita yang tidak pernah berhenti mengagumi berbagai realita yang terhampar di hadapan kita sehingga ekspresi-ekspresi syukur, kekaguman, dan puji terhadap Allah SWT akan senantiasa terucap olehnya. Bahkan pada situasi yang mungkin menurut penduduk daerah setempat merupakan situasi yang tidak menyenangkan, di mata para musafir adalah sebuah daya tarik dan pengalaman baru yang mengasyikkan. Tentunya bisa kita bayangkan bersama tentang bagaimana penuh warnanya hidup seorang musafir, mereka yang dapat menangkap setiap hikmah terkecil yang ada di dalam rutinitas hidup sehari-hari sekalipun. Mereka yang akan senantiasa terinspirasi, sebuah inspirasi yang dilandaskan pada puja puji syukur terhadap keagungan dan kekuasaan Sang Pencipta alam ini.

Orang yang senantiasa bersiap siaga dan waspada

Pernahkah kita mendatangi atau bahkan menetap di tempat yang sama sekali baru dengan penduduk yang tidak satupun mengenal kita? Apa yang akan kita rasakan ketika kita berada pada posisi tersebut? Kita akan merasa tidak tenang dan penuh kewaspadaan, kita akan senantiasa berhati-hati dalam setiap tindak tanduk terkecil kita, jangan sampai ada sikap atau perbuatan kita yang dapat menimbulkan hal buruk di tempat kita singgah ataupun mempengaruhi perjalanan pulang kita kelak.

Rasa tidak tenang dan khawatir itu yang akan membawa kita untuk senantiasa waspada dengan berbagai macam hal yang akan dihadapi. Kita akan menjadi orang yang harus paling siap menghadapi berbagai macam kondisi tak terduga sekalipun.

Di dalam perjalanan di antara tempat persinggahan satu maupun yang lainnya kita juga akan senantiasa diliputi sikap waspada karena kita selalu berada di tempat yang baru dan belum kita kenal. Setiap langkah bahkan mungkin akan kita perhatikan. Akan sangat berbeda dengan mereka yang menetap dan hampir hafal setiap jengkal daerah yang selalu mereka lewati, bahkan sambil memejamkan matapun mereka akan tetap tidak merasa perlu waspada karena mereka mengenali betul daerah tempat mereka menetap tersebut.

Sifat senantiasa siaga dan waspada ini bagi seorang Muslim akan bisa menghindarkan dirinya dari berbagai macam perbuatan buruk yang berujung pada kemurkaan Allah. Mereka akan bisa melakukan penilaian mendetail tentang setiap tindak tandung mereka sehingga kemungkinan terjerumus ke dalam kelalaian akan menjadi lebih kecil dari orang yang menetap.

Orang yang senantiasa efektif dan efisien mempergunakan resource

Musafir identik dengan keterbatasan resource / sumber daya. Perbekalannya tentunya terbatas karena daya tampung dan angkutnya terhadap bekal juga terbatas. Hal ini akan memaksanya untuk hidup hemat, efektif, dan efisien. Ia akan terbiasa mempergunakan akalnya untuk mengatasi berbagai macam kondisi yang menuntutnya untuk memenuhi setiap penyediaan bekal perjalanannya, salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan berhemat.

Seorang musafir akan menjadi orang yang benar-benar teliti dalam penggunaan bekal perjalanannya, sehingga efisiensi dan efektivitas aktivitasnya sehari-hari harus dilakukan dengan sangat baik. Jika hal ini tidak dilakukan bukan tidak mungkin ia akan kehabisan energi dan bekal di tengah perjalanannya selanjutnya.

Teknologi di Bidang Kesehatan, Sudah Sejauh Apa Sekarang?

March 6th, 2013

surgery robotPerkembangan teknologi saat ini telah memberikan dampak yang beragam ke berbagai macam ranah kehidupan termasuk dalam ranah kesehatan. Perubahan yang revolusioner dalam dunia kesehatan ini disebabkan dari penggabungan teknologi dalam bidang kesehatan yang bisa menimbulkan berbagai macam inovasi dalam teknik pengobatan dan belum pernah kita lihat sebelumnya. Mungkin selama ini kita tidak pernah menyangka bahwa kita akan bisa mendeteksi penyakit seperti stroke dan kanker hanya dari sebuah smart phone, namun ternyata itu semua bisa dilakukan sendiri oleh kita saat ini dengan mudah, murah, dan cepat.

Banyak sekali berbagai macam dampak dari teknologi dalam bidang kesehatan, dari penemuan peralatan teknologi yang biasanya hanya dapat kita lihat di rumah sakit – rumah sakit modern karena ukuran dan tingkat kompleksitasnya yang tinggi hingga perangkat teknologi portable yang dapat kita miliki dan operasikan di kehidupan kita sehari-hari. Salah satu kemajuan dalam bidang kesehatan yang dapat kita lihat dan pergunakan sehari-hari dalah penciptaan berbagai macam aplikasi dan perangkat yang dapat kita kombinasikan dengan smart phone yang kita miliki.

Pernahkah kita memeriksa kadar gula darah atau kondisi kandungan kita ke dokter? Sekarang aktivitas itu bisa kita lakukan tanpa harus kita pergi dan bertemu dengan dokter untuk diperiksa olehnya  karena saat ini sudah ada perangkat di smart phone yang memungkinkan kita untuk dapat memeriksa kadar gula darah kita dan memungkinkan kita untuk melihat secara langsung kondisi kandungan kita dengan perangkat pemerika portabel yang dapat terhubung dengan smart phone kita. Misalnya untuk pengguna iPhone, iPad, atau Ipod touch, kita dapat membeli perangkat yang dapat kita sambungkan dengan device-device tersebut yang bernama iBGStar untuk memeriksa kadar gula darahnya. Dengan menggunakan teknologi ini maka setiap orang akan dapat memonitor dan memeriksa sendiri kondisi kadar gula darah mereka dan melakukan berbagai tindakan preventif untuk mencegah berbagai dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh kelebihan kadar gula darah.

Jika dulu kita membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu antrian bertemu atau berkonsultasi dengan dokter, dengan teknologi saat ini kita dapat berkonsultasi dengan dokter dengan menggunakan skype dan aplikasi mobile pencatat riwayat kesehatan kita. Teknologi akan mempermudah akses kita terhadap informasi yang berkaitan tentang kesehatan, misalnya aplikasi fitbit di iphone atau android, melalui perangkat sensornya dapat membuat statistik kebiasaan harian kita seperti waktu tidur hingga banyaknya langkah kaki kita dalam satu hari. Dari berbagai macam data tersebut aplikasi ini akan memberikan pengawasan dan pengingatan kepada kita untuk senantiasa menerapkan gaya hidup sehat. Lebih lanjut lagi, beberapa perusahaan teknologi sudah mengembangkan aplikasi yang dapat melakukan diagnosa sederhana dari keluhan atau ciri-ciri fisik yang dimasukkan pengguna smart phone atau dideteksi oleh smart phone itu sendiri. Diagnosa seperti stroke hingga kanker sudah dapat dibuat melalui aplikasi mobile walaupun tingkat akurasinya belum sesempurna pemeriksaan mendalam oleh dokter spesialis di bidangnya.

Revolusi di dalam bidang kesehatan lewat perpaduannya dengan teknologi telah menciptakan berbagai macam teknik pengobatan yang dulu tidak terpikirkan sebelumnya. Saat ini operasi yang rumit dengan kebutuhan tingkat ketelitian yang tinggi sudah dapat dilakukan dengan menggunakan robot. Bahkan saat ini dengan penemuan teknologi 3D printing ada kemungkinan manusia akan bisa memperbaiki komponen organ manusia yang rusak dengan menciptakan bagian yang rusak itu dengan teknologi 3D printing.

Kemajuan teknologi di bidang kesehatan memang dapat memberikan banyak manfaat terutama dalam pemerataan akses dan informasi terhadap kesehatan, namun banyak juga pihak yang khawatir terhadap dampak buruk yang akan dapat ditimbulkan dari hal ini. Contohnya adalah berkembangnya teknologi tentang penyedia informasi kesehatan atau alat diagnosa kesehatan yang dapat digunakan sendiri akan membawa kekhawatiran terhadap eksistensi profesi dokter dan tenaga kesehatan lainnya di tengah-tengah masyarakat. Bagaimanapun teknologi tetaplah sebuah alat untuk kehidupan manusia, jika tidak bijak menggunakannya tetap akan membawa keburukan untuk kehidupan manusia.

Location Based Service, Konteks yang Menjadi Penting dalam Teknologi Saat ini

February 28th, 2013

google driverless car

Pernahkah anda berpergian ke sebuah tempat umum kemudian tiba-tiba di telepon genggam anda terkirim sms yang berisi promosi sebuah toko atau produk yang dijual di sekitar daerah tempat anda berada. Atau pernahkah anda menggunakan sebuah aplikasi mobile yang bisa menampilkan tidak hanya peta wilayah tertentu tapi juga kondisi lalu lintas dan cuaca daerah tersebut. Kelihatan sangat keren bukan? Itulah yang disebut Location Based Services (LBS).

LBS sebenarnya bukanlah barang baru di dalam dunia teknologi. Keberadaannya sudah muncul sejak lebih dari satu dekade yang lampau. Namun penggunaannya secara luas di tengah masyarakat melalui device mobile yang mereka gunakan terutama di negara berkembang baru tenar di beberapa tahun terakhir. LBS lahir dari sebuah kebutuhan untuk mendapatkan informasi terkini dan kontekstual berdasarkan lokasi tertentu yang diinginkan. Semakin tingginya tuntutan atas efisiensi waktu semakin meningkatkan kebutuhan akan kehadiran LBS di tengah-tengah hidup kita. Ilustrasi sederhana misalnya ada seseorang yang tinggal di Jakarta, ia ingin pergi berbelanja di daerah Sudirman, namun karena daerah Sudirman terkenal dengan lalu lintas yang padat dia membutuhkan informasi kondisi lalu lintas Sudirman saat itu. Selain itu ketika kita sudah sampai di tempat perbelanjaan Sudirman, kita ingin mendapatkan informasi tentang promo barang-barang yang ditawarkan saat itu. Bahkan kita mungkin juga ingin mengetahui siapa saja orang-orang yang kita kenal yang juga ada di tempat itu di waktu yang sama untuk diajak makan siang bersama misalnya. Semua itu bisa dilakukan dengan LBS.

LBS bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan, tidak hanya kebutuhan dalam periklanan dan bisnis saja. Kita bisa memanfaatkan LBS untuk teknologi media sosial, games, hingga konten. Semua itu akan membuat interaksi pengguna teknologi dengan gadget-nya lebih baik lagi. Dalam media sosial kita sudah sangat akrab dengan aplikasi foursquare, sebuah aplikasi sosial media yang menjadikan lokasi penggunanya sebagai poin kunci interaksi penggunanya. Bidang games juga tidak kalah ketinggalan dalam memanfaatkan LBS, sudah banyak produsen game papan atas dunia seperti Electronic Arts, Zynga, maupun Blizzard yang sudah menggunakan LBS. Kita bisa berkolaborasi dalam memainkan sebuah game dengan orang-orang di daerah tertentu dengan kita. Bahkan sudah akan dirilis game yang benar-benar memainkan kehidupan sehari-hari seorang manusia dan tantangan-tantangannya dibuat sesuai dengan tempat orang memainkan game tersebut. Dalam bidang konten biasanya yang paling sederhana dilakukan melalui SMS bekerja sama dengan operator-operator terkait. Contohnya adalah SMS yang terkirim ketika kita memasuki sebuah wilayah tertentu menawarkan jasa atau promo tertentu.

Contoh LBS yang sangat canggih saat ini adalah mobil tanpa awak yang telah dibuat oleh Google dan sudah diijinkan berlalu lalang di jalanan California tahun lalu. Mobil tersebut adalah mobil yang menggunakan LBS sebagai salah satu metode pengambilan keputusannya.

LBS tidak hanya memanfaatkan konteks lokasi di waktu saat ini saja, tapi juga bisa digunakan untuk menganalisa seberapa sering kita berada di lokasi tersebut, biasanya setelah kita memasuki lokasi tersebut kita akan menuju kemana, atau aktivitas-aktivitas (terutama dilihat dari aktivitas sosial media kita) yang kita lakukan di lokasi tersebut seperti apa. Semua itu akan dijadikan sebagai konteks bagi sebuah teknologi untuk memberikan layanannya kepada kita. Canggih sekali bukan?

LBS memang bisa membuat hidup kita jauh lebih efisien, namun LBS juga memiliki potensi mengusik ruang privat penggunanya. Jika pada suatu waktu pengguna teknologi mendapat berbagai promosi dalam waktu yang relatif dekat tentunya akan sangat mengganggu. Oleh karena itu penerapan LBS harus menerapkan juga prinsip memberi manfaat, bukan sekedar mencari keuntungan semata.

Kedepannya konteks-konteks lainnya yang lebih canggih untuk disatukan dengan gadget-gadget kita akan semakin banyak. Sekarang ini LBS sudah semakin memasyarakat, bukan tidak mungkin nanti konteks terkecil dalam hidup kita seperti kebiasaan-kebiasaan detail sehari-hari kita akan dapat dijadikan sebagai cara berinteraksi kita dengan teknologi.

Tata Kelola Keuangan UI, Cita-cita yang Dipaksakan

October 22nd, 2011

UI sepanjang kepemimpinan Prof Gumilar Rusliwa Somantri memang mengalami banyak tranformasi dalam beberapa sektor, terutama dalam sektor keuangan. Kebijakan integrasi keuangan yang UI terapkan sejak tahun 2008 telah menimbulkan beragam dampak yang terjadi baik di tataran keuangan fakultas maupun universitas.

Manajemen keuangan terpusat dilakukan dengan beberapa langkah perencaaan yang detailnya dapat kita lihat dalam renstra UI 2007-2012. Perencanaan tata kelola keuangan yang direncanakan terdiri mulai dari menetapkan kebijakan pengelolaan keuangan satu pintu hingga meningkatkan kualitas pelaporan dan sistem akutansi yang ada di UI. Tidak hanya itu, kebijakan mengenai pengelolaan ventura juga menjadi milestone penting yang termasuk dalam rencana tata kelola keuangan UI.

Seiring dengan berjalannya waktu, pelaksanaan kebijakan ini banyak menimbulkan dampak bagi tata kelola UI secara keseluruhan. Beberapa dampak yang terlihat dari penerapan kebijakan ini adalah banyaknya keluhan dari fakultas mengenai sulitnya mencairkan dana dari pusat untuk bisa membiayai kegiatan operasional fakultas atau rencana pengembangan infrastruktur fakultas. Keluhan juga muncul dari dosen-dosen peneliti yang mengeluhkan sulitnya pencairan dana hibah riset yang telah masuk di UI. Pencairan dana yang sulit dan memakan waktu yang tidak dapat diprediksi di tataran administrasi pusat justru akhirnya menyebabkan banyak fakultas yang bermain di belakang sistem keuangan UI untuk bisa tetap gesit dan dinamis dalam melangsungkan kegiatan operasional fakultasnya.

Dari sisi akuntabilitas keuangan, masih banyak pihak mempertanyakan transparansi keuangan UI. UI sendiri selalu menggunakan dalih audit keuangan selama tahun 2008, 2009, dan 2010 yang menghasilkan penilaian wajar tanpa pengecualian dari Kantor Akuntan Publik yang dipergunakannya sebagai justifikasi bahwa tata kelola keuangan UI telah berjalan baik. Namun publik UI masih sulit menerima justifikasi ini karena kenyataan yang terjadi di lapangan banyak keluhan-keluhan dalam sistem keuangan UI yang sifatnya teknis operasional hingga tataran sistem kebijakan. Belum adanya satu mekanisme yang termaktub dalam sebuah SOP yang bisa menjadi panduan bagi fakultas atau pihak-pihak yang ingin berurusan dengan keuangan UI atau tidak tercatatnya beberapa pos pengeluaran besar terkait dengan berbagai macam pembangunan infrastruktur UI dalam laporan keuangan UI menjadi sedikit dari banyak penyebab munculnya tanda tanya atas hasil penilaian laporan keuangan UI tersebut.

Bagaimanapun keberanian UI untuk menerapkan manajemen keuangan terpusat dan segala turunan kebijakan keuangannya memang patut diapresiasi, tetapi bila tidak didukung oleh kesiapan sistem, sumber daya manusia, dan persiapan sosiologis UI dalam beradaptasi dengan kebijakan tersebut maka riak-riak protes yang justru terjadi seperti sekarang memang tidak dapat terhindarkan.

Kebijakan manajemen keuangan UI itu bukan hanya berdampak pada proses administrasi dan operasional fakultas, tapi juga berdampak pada mahasiswa secara tidak langsung. Direktorat kemahasiswaan, bagian dari rektorat yang sehari-harinya berurusan dengan mahasiswa, sering menjadi tempat bermuaranya kritik dan keluhan dari mahasiswa terkait dengan persoalan seperti beasiswa atau pembiayaan kegiatan mahasiswa akibat dari masih banyaknya kesulitan yang ditemui di dalam manajemen keuangan UI.

Bila ke depannya UI ingin tetap bisa bergerak dengan lincah dan menyongsong tantangan jaman maka harus ada perbaikan dan reformasi dalam manajemen keuangan yang ada di UI. Sistem manajemen keuangan UI juga harus menyesuaikan diri dengan bentuk pengelolaan UI yang nantinya akan berkiblat pada RUU Pendidikan Tinggi yang saat ini masih dalam masa penyusunan atau peraturan yang ada saat ini. Yang pasti dalam tiap sistem manajemen keuangan yang diterapkan UI harus selalu menerapkan prinsip-prinsip good governance dalam implementasinya.

Polemik Status Hukum Universitas Indonesia

October 21st, 2011

Dunia pendidikan tinggi Indonesia seolah tak pernah lekang dari gejolak dan dinamika dalam langkah-langkah penataan dirinya. Masih membekas dalam benak kita saat UU No. 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) yang digadang-gadang akan menjadi payung hukum penyelenggaraan kegiatan pendidikan di Indonesia dinyatakan inskontusional oleh Mahkamah Konstitusi (MK) melalui Putusan Nomor 11-14-21-126-136/PUU-VII/2009. Putusan MK ini membuat pendidikan tinggi yang ada di Indonesia terpaksa harus berbenah kembal. Dalam masa kekosongan ini, kemudian muncul PP No. 66 Tahun 2010 pada tanggal 28 September 2010 yang merupakan perubahan atas PP No. 17 Tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggara pendidikan.

PP No. 66 Tahun 2010 merupakan pondasi dari pelaksanaan pengelolaan dan penyelenggaraan perguruan tinggi sementara sebelum diterbitkannya undang-undang yang mengatur tata kelola perguruan tinggi selanjutnya atau yang saat ini kita sebut dengan RUU Pendidikan Tinggi (RUU PT). Di dalam PP No. 66 Tahun 2010, perguruan tinggi seperti UI harus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah dengan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) dengan batas waktu masa transisi pengelolaan hingga 28 September 2013 dan tata kelola keuangan hingga 31 Desember 2012 (Pasal 220A ayat (1) dan ayat (2) PP No. 66 Tahun 2010). Selama masa transisi ini maka pengelolaan perguruan tinggi yang pernah berbentuk BHMN seperti UI masih menggunakan pengelolaan berdasarkan PP No. 152 Tahun 2000 (Pasal 220H huruf a PP No. 66 Tahun 2010).

Berdasarkan Pasal 220A ayat (4) dan ayat (5) PP No. 66 Tahun 2010 maka BHMN UI sebagai badan hukum sudah tidak ada karena UI ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi yang Diselenggarakan oleh Pemerintah (PTN) tetapi pengelolaan pendidikan UI sebagaimana yang diatur dalam PP No. 152 Tahun 2000 masih tetap berlaku sampai ada penyesuaian sesuai dengan PP No. 66 Tahun 2010. Penetapan UI sebagai perguruan tinggi yang diselenggarakan pemerintah (PTN) baru bisa terjadi setelah adanya peraturan presiden. Selama peraturan presiden belum ada maka maka UI tetap dikelola dengan pengelolaan sebagaimana diatur oleh PP No. 152 Tahun 2000.

Gambaran Transisi tata kelola perguruan tinggi BHMN menuju PTN menurut Prof. Johannes Gunawan dapat disederhanakan menjadi bagan di bawah ini:

Sumber Gambar : Prof. Johanner Gunawan

Namun kondisi yang terjadi di UI saat ini adalah pembentukan organ-organ yang ada dan diatur di dalam PP No. 66 tahun  2010 telah dilakukan padahal belum ada Permen dan Perpres yang mengatur UI sebagai PTN. Peristiwa ini dimulai dengan tidak dilanjutkannya Senat Akademik Universitas (SAU) saat habis masa jabatannya alih-alih diganti dengan Senat Universitas (SU) yang merupakan organ yang ada di dalam PP No. 66 tahun  2010. Kemudian organ di UI yang tidak ada di dalam PP No. 66 tahun 2010 juga tidak dilanjutkan lagi keberadaannya, hal ini yang terjadi pada Dewan Guru Besar (DGB) yang masa baktinya telah habis sejak akhir Agustus yang lalu.

Surat dari Dirjen Dikti

Di tengah polemik dan pertentangan pendapat hukum mengenai masa transisi bagi UI, diperkeruh oleh adanya dua surat dari dirjen dikti. Surat yang pertama adalah Surat No. 1283/D/T/2010 perihal Transisi Tata Laksana Sesuai PP 66/2010. Surat ini berisi harapan Dirjen Dikti agar Rektor dapat memimpin langsung berbagai penyesuaian dan melaksanakannya secara arif bijaksana dan penuh tanggung jawab. Dengan surat ini maka rektor memiliki dasar untuk bisa memimpin masa transisi UI. Seharusnya di dalam mengisi masa transisi semua stakeholder UI harus terlibat di dalamnya dalam memberikan masukan dan aspirasi, tetapi yang terjadi di lapangan pada saat penyusunan draft Permen dan Perpres dari UI yang terlibat di dalam tim transisi hanya segelintir orang dan tidak mewakili semua stakeholder UI. Isi dari Permen dan Perpres yang telah diajukan oleh UI-pun sarat dalam nuansa sentralisasi kekuasaan pada rektor dalam pengelolaan universitas.

Surat kedua dengan No. 1188/E/T/2011 perihal arahan transisi UI dari Dirjen Dikti. Di dalam surat ini terdapat beberapa poin yang berkaitan dengan keberadaan organ-organ penting di UI, terutama Majelis Wali Amanat (MWA). Menurut Dirjen Dikti, 11 orang anggota MWA yang berasal dari SAU telah kehilangan status keanggotaannya di MWA dengan ditiadakannya SAU pada 19 Juli 2011 yang lalu. Kemudian Dirjen Dikti juga mengarahkan transformasi MWA dengan sisa anggota yang ada menjadi organ yang memiliki fungsi yang sama dengan Dewan Pertimbangan. Surat arahan ini sempat menimbulkan kegundahan karena secara tidak langsung yang kembali mempertanyakan legitimasi lebih dari setengah anggota MWA saat ini, padahal keanggotaan di dalam MWA diangkat dan diberhentikan oleh SK menteri untuk tiap anggota.

Rapat Keluarga Besar UI

Kebingungan dan adu pendapat terkait dengan mau dibawa kemana masa transisi UI ini membuat Kementrian Pendidikan Nasional mau tidak mau harus turun tangan dalam meredakan kekisruhan ini. Akhirnya pada tanggal 13 September 2011 diadakanlah Rapat Keluarga Besar UI yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan Nasional, Dirjen Dikti, MWA UI, DGB UI periode 2001-2011, SAU UI periode 2006-2011, SU periode 2011-2015, rektor UI, para dekan di lingkungan UI, para penasehat rektor UI. Pertemuan ini membahas agenda tata kelola Universitas Indonesia yang terdiri dari sesi dengar pendapat dari anggota rapat mengenai kondisi masa transisi UI dan perundingan untuk mencapai titik temu.

Hasil dari Rapat Keluarga Besar UI tersebut adalah:

-                            payung hukum yang berlaku di dalam PT BHMN termasuk UI adalah PP No. 66 tahun 2010, yang di dalamnya menyebut PP No 152 tahun 2000 sebagai dasar pengelolaan sebelum adanya Permen dan Perpres sesuai PP No. 66 tahun 2010.

-                            Ada tiga opsi yang ditawarkan oleh Menteri Pendidikan Nasional:

  • MWA masih ada, dan organ-organ UI dikelola berdasarkan tata kelola organ PP No.152 tahun 2000
  • Percepatan pemilihan rektor
  • Organ-organ di UI diganti seluruhnya sesuai PP No.66 tahun 2010

Inti dari yang disampaikan dalam pertemuan itu adalah semua opsi yang akan diterapkan di UI, perundingan dan pengambilan keputusannya di serahkan pada mekanisme internal yang ada di UI dan Menteri Pendidikan Nasional tidak akan memberikan keputusan opsi apa yang akan berlaku di UI secara sepihak.

Saat ini semua pihak berkonsentrasi dan menggantungkan harapan pada tim transisi yang akan dibentuk ulang untuk mengawal masa transisi. Mengenai siapa yang memimpin, bagaimana bentuk tim dan anggota tim, sampai kapan tim ini akan bekerja atau tugas dan wewenang tim ini masih belum dirumuskan secara detail dan jelas. Kemana UI akan dibawa dalam penyesuaian pelaksanaan PP No 66 tahun 2010 atau persiapan menyambut pengesahan RUU PT yang menurut beberapa anggota DPR RI dapat diselesaikan akhir tahun ini. Yang pasti menjadi kesamaan harapan adalah perbaikan tata kelola UI menuju good governance serta realisasi secara menyeluruh slogan UI : Veritas (benar), Probitas (jujur), dan Iustitia (adil).

ASEAN sebagai sarana memperbaiki pendidikan

May 13th, 2011

Pada tanggal 2-8 Mei 2011 lalu penulis berkesempatan untuk menjadi delegasi dari Universitas Indonesia di 12th ASEAN University Network Educational Forum and Young Speakers Contest. Selama seminggu para mahasiswa perwakilan dari universitas-universitas anggota AUN ditambah dengan Jepang, Korea Selatan, dan Cina membahas mengenai kondisi pendidikan ASEAN+3 (negara-negara ASEAN ditambah Jepang, Korea Selatan, dan Cina) dan potensinya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat ASEAN+3. Dari pertemuan itu kami menyadari bahwa ASEAN memiliki potensi yang sangat besar sebagai sebuah kesatuan bangsa-bangsa yang menjadikan perbedaan budaya dan suku bangsa sebagai kekuatan untuk mewujudkan visi bersama.

Belajar Berdemokrasi dengan Kebebasan Pers Kampus

April 13th, 2011

Kanselir Jerman pada tahun 1998-2005, Gerhard Schroeder, pernah berkata, “Demokrasi adalah sebuah hal yang mustahil tanpa adanya kebebasan pers karena kebebasan pers adalah dasar dari demokrasi. Kontroversi yang kompleks tidak akan bisa terpecahkan tanpa adanya kebebasan pers.” Pendapat ini memberikan gambaran kepada kita bahwa peran dari kebebasan pers sangat penting bagi demokrasi, ia menjadi batu bata penyusun utama sebuah tembok bangunan demokrasi yang kokoh. Ia menjadi begitu penting karena kebebasan pers dalam demokrasi memiliki fungsi sebagai media informasi, investigasi, mobilisasi massa, pengawasan sosial, dan forum publik antara rakyat dengan penyelenggara pemerintahan yang berkuasa.

Kebebasan pers tidak hanya ada pada kegiatan jurnalistik di kehidupan sehari-hari masyarakat kita, tapi juga tumbuh dan berkembang di tempat proses produksi iron stock generasi pemimpin bangsa di masa depan, yaitu lingkungan perguruan tinggi atau lingkungan kampus. Kehidupan jurnalisme kampus selama ini tumbuh dan berkembang seiring dengan  semakin tumbuh dan berkembangnya kehidupan politik dan organisasi di dunia kampus. Jurnalisme kampus juga memiliki fungsi yang juga dimiliki oleh jurnalisme di dalam kehidupan bermasyarakat sebenarnya terutama sebagai media informasi dan pengawasan sosial terhadap birokrat kampus atau lembaga perwakilan mahasiswa yang berkuasa.

Lingkungan kampus merupakan miniatur dari pemerintahan sebuah negara. Ia memiliki organ yang berperan sebagai penyelenggara pemerintahan, baik pemerintahaan birokrat kampus maupun pemerintahaan organisasi kemahasiswaan. Selain itu kampus  juga memiliki organ yang berperan sebagai civil society yang menjadi objek langsung kebijakan pemerintah tersebut. Jurnalisme kampus dapat berperan dalam mediator penyalur informasi maupun sarana pengawasan antara kedua pihak tersebut. Fungsi ini yang akan membuat kehidupan demokrasi di lingkungan kampus menjadi lebih sehat, berwarna, dan hidup. Ketika kehidupan demokrasi di lingkungan kampus telah berjalan dengan baik maka lingkungan kampus secara tidak langsung akan menjadi sarana pembelajaran dan inkubator demokrasi yang efektif bagi para mahasiswa.

Keberadaan kebebasan pers yang terwujud dalam kegiatan jurnalisme di lingkungan kampus juga bisa menjadi sarana peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia yang matang dalam berdemokrasi. Kebebasan pers akan menjadi pemuas dahaga mahasiswa yang haus akan informasi yang hangat, terpercaya, dan memiliki kredibilitas yang bisa dipertanggungjawabkan. Mereka yang terbiasa hidup di lingkungan ilmiah yang tinggi tentunya sangat membutuhkan akses informasi seperti ini. Kebebasan pers juga akan membangun iklim pemikiran kritis bagi para mahasiswa terhadap berbagai fenomena dan permasalahan kekinian yang ada di kampusnya. Selain itu, kebebasan pers bisa menjadi sarana pembelajaran mahasiswa dalam mengemukakan pendapat dan pemikirannya. Semua manfaat itu secara tidak langsung akan dapat membentuk pribadi mahasiswa menjadi pribadi yang paripurna yang siap untuk menggantikan pemimpin-pemimpin Indonesia yang berkuasa saat ini.

Tentu saja dalam proses pembelajaran demokrasi ini, kehidupan jurnalisme kampus harus terbebas dari berbagai kepentingan. Integritas jurnalisme kampus menjadi hal yang utama yang perlu dipertahankan. Karakter mahasiswa yang memiliki idealisme tinggi dan independen harus juga tercermin dalam kehidupan jurnalistiknya. Begitu juga sebaliknya, jurnalisme kampus yang kredibel dan bebas dari berbagai kepentingan juga harus menjadi sarana pengawas integritas dan indepedensi dari mahasiswa.

Untukmu yang Mau Berkontribusi tanpa Pamrih

January 25th, 2011

Untukmu mahasiswa UI yang masih mau berkorban berkontribusi untuk menggapai asa UI yang lebih baik,

Salam hangat perjuangan dari saya, Andreas Senjaya, anggota MWA UI UM (Majelis Wali Amanat Unsur Mahasiswa) 2011 sekaligus sebagi ketua Badan Kelengkapan MWA UI UM 2011. MWA UI UM adalah perwakilan dari mahasiswa di dalam struktur MWA UI sebagai representasi dan penyalur aspirasi serta pandangan mahasiswa dalam penentuan kebijakan atau rencana ke depan UI.

Seruan ini saya sampaikan dengan kerinduan yang amat mendalam terhadap cita-cita perjuangan bersama kita menuju Indonesia yang lebih baik di masa datang. Teringat sebuah kalimat yang pernah dikatakan oleh Pak Usman Chatib Warsa, “Membangun UI adalah Membangun Bangsa”, kalimat itu menjadi sebuah pembangun keyakinan kita akan langkah-langkah kecil kontribusi diri ini sebagai salah satu abdi kita untuk negeri.

Badan kelengkapan MWA UI UM 2011 adalah tempat bagi kita yang mau berkorban tanpa pamrih. Sebuah keluarga penguji keikhlasan dan ketulusan, sebuah wadah membangun kesadaran, serta sebuah sarana memberi kontribusi NYATA. Badan Kelengkapan MWA UI UM 2011 bukan tempat bagi kita yang mengharap sertifikat tanda jasa dengan tanda tangan direktur kemahasiswaan, kucuran dana besar dari block grand rektorat, ruang kerja yang luas, serta fasilitas-fasilitas nyaman lainnya. Kita kan hidup dalam keterbatasan dan pengorbanan, tapi dengan segala keterbatasan serta pengorbanan itu saya yakin kita kan bisa lahir sebagai para petarung tangguh dengan orientasi pengabdian.

Badan Kelengkapan MWA UI UM 2011 adalah tempat bagi kita untuk lepas dari orientasi yang hanya memikirkan diri sendiri. Semua permasalahan di kampus kita ini yang dialami oleh seluruh mahasiswanya adalah permasalahan kita juga, semua ketidakteraturan di kampus kita ini adalah tanggung jawab kita, dan setiap suara dari mahasiswa adalah amanah kita…

Untukmu calon pejuang-pejuang baru di Badan Kelengkapan UI UM 2011, saya berikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk kalian yang mau ikut serta dalam perjuangan ini. Saya sadari tak ada sesuatu spesial yang bisa saya tawarkan untuk kalian, bukan uang ataupun nama besar,, mungkin hanya sebuah jalan berbatu penuh duri menuju kebermanfaatan untuk orang lain, tapi saya kan memastikan kalian akan menjadi saudara terdekat saya dalam jalan tersebut, kita kan melaluinya bersama insyaAllah J

Untuk saudara-saudara saya BPH Badan Kelengkapan MWA UI UM 2011, kalian telah menjadi salah satu bagian terpenting dari hidup saya saat ini, menjadi salah satu keluarga terdekat tuk berbagi dan mencurahkan segala keluh kesah beratnya jalan kita di depan. Tetaplah di sini, bersama kita bergerak, mari jadikan kepercayaan di antara kita sebagai perisai dan niat kontribusi tulus untuk mengharap ridha-Nya sebagai tombak kita.

Aku orang yang gagal saat ini tapi Aku bukan orang yang takut gagal di kemudian hari…

July 24th, 2010

Setelah sesi presentasi, firasat itu sudah kurasa, perasaan bahwa kami tak bisa memenuhi ekspektasi banyak orang…

Jauh hari sebelum kontingen UI berangkat ke Bali dalam rangka PIMNAS besar sekali asa dari diri sendiri maupun dari orang banyak untuk bisa berbuat lebih di PIMNAS nanti. Asa itupun kami barengi dengan kerja keras mempersiapkan yang terbaik karena kami sadar bahwa pencapaian yang terbaik hanya bisa didapat dengan kerja yang terbaik. Diri ini tak menapikkan bahwa usaha yang kami lakukan memang jauh dari sempurna, bahkan masih jauh dari sempurna. Tapi bermacam dorongan, dukungan, bantuan, dan harapan di pundak kami dari berbagai pihak membuat semakin membesarnya asa ini.

STOP Penggunaan Sumber Listrik Mahal

June 28th, 2010

Tulisan ini dimuat di harian Seputar Indonesia Edisi Jumat 25 Juni 2010

Kerugian yang terus dialami oleh PT PLN karena biaya produksi listrik dalam negeri yang semakin tinggi baru-baru ini dijadikan dalih oleh pemerintah untuk mengajukan kenaikan TDL (Tarif Dasar Listrik) terhitung mulai 1 Juli 2010 mendatang. Padahal bila diperhatikan lebih seksama keputusan, ini bukanlah keputusan yang bisa disebut sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah penyediaan listrik di Indonesia. Keputusan menaikkan TDL ibarat membuang air dari sebuah bahtera yang sedang bocor, terlihat menyelesaikan masalah tapi bukan solusi. Permasalahan mendasar penyediaan listrik di Indonesia adalah efisiensi biaya produksi. Masalah ini yang kemudian menyebabkan tingginya subsidi yang harus dibebankan kepada pemerintah dan terbatasnya pasokan listrik yang dapat dihasilkan oleh PLN. Oleh karena itu, solusi yang harus diterapkan adalah dengan membuat dan melaksanakan kebijakan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi listrik Indoneisa, bukan malah meningkatkan harga jual yang akan menimbulkan efek domino negatif bagi ekonomi masyarakat kecil.

DANA ASPIRASI, SERIAL DRAMA POLITIK TERBARU DPR

June 15th, 2010

Tulisan ini dimuat di Harian Seputar Indonesia Edisi 15 Juni 2010

Layaknya menonton serial drama di layar kaca yang selalu dipenuhi dengan berbagai macam kejutan yang ditawarkan kepada para penonton, seperti itulah kondisi para anggota DPR yang umur jabatannya belum genap satu tahun ini. Bila sutradara drama atau sinetron di layar kaca selalu bisa menyugukan alur cerita yang selalu mengundang penasaran dan ketertarikan para penonton, maka para anggota DPR telah sukses untuk menyedot perhatian rakyat Indonesia untuk selalu menyaksikan berbagai fenomena menarik yang disuguhkan oleh para anggota DPR itu sendiri. Setiap harinya selalu saja tindak tanduk para anggota DPR tidak pernah lepas dari sorotan media, seolah tidak mau kalah dengan para artis layar kaca yang kehidupannya selalu dibahas di media.

senjaya.net

Jay's Life Journal

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers